hut

Semangat Wirausaha Tumbuh, Supriyanto Mulai Usaha Ternak Bebek

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Tumbuhnya semangat kemandirian benar-benar terasa di desa Krambilsawit sejak beberapa waktu terakhir. Hal itu tergambar dengan munculnya usaha-usaha baru yang dimiliki warga desa terpencil di Kecamatan Saptosari Gunungkidul ini.

Selain kuliner dan produk khas Gunungkidul, salah satu usaha yang berkembang pesat adalah usaha di bidang peternakan. Tak sedikit warga khususnya pemuda di daerah pegunungan karst ini mencoba usaha baru dengan memelihara ayam, bebek, maupun jenis unggas lainnya.

Salah satunya adalah Supriyanto, warga dusun Sawah. Lelaki yang menjabat dukuh ini memulai usaha baru beternak bebek sejak sekitar 1 bulan terakhir. Memanfaatkan sebuah kadang berukuran sekitar 6×4 meter, ia memelihara sebanyak 200 ekor bebek pedaging.

“Saya memulai beternak bebek setelah mendapatkan motivasi dari pengurus KUD. Selain untuk mengisi kesibukan di waktu luang, juga bisa menambah penghasilan,” katanya.

Bebek sendiri dipilih sebagai usaha ternak, karena dinilai lebih tahan penyakit dibanding ayam. Angka kematian ternak jenis bebek dikatakan hanya 5 berbanding 100, atau jauh lebih kecil dibandingkan ayam. Selain itu nilai jual bebek juga lebih tinggi dibandingkan ternak unggas lainnya.

“Saya dulu beli bibit umur 1 hari atau setelah menetas. Harganya Rp4.500 per ekor. Sekarang sudah umur 30 hari. Perkiraan nanti bisa panen saat umur 51 hari. Dengan harga jual Rp33 ribu per ekor atau Rp25 ribu per kilo,” ujarnya.

Menghabiskan sekitar 25 kilo pakan sehari, dengan harga Rp400, per kilonya, estimasi keuntungan ternak bebek diperkirakan mencapai ratusan ribu per sekali panen. Keuntungan pun akan semakin bertambah seiring semakin banyaknya jumlah ternak yang dipelihara.

“Saat ini masih coba-coba. Nanti rencananya akan tambah lagi. Ya sekedar untuk kegiatan sambilan tapi menghasilkan. Mudah-mudahan berhasil dan bisa diikuti warga lainnya,” katanya.

Lihat juga...