Sirsak Rawa, Pestisida Alami Pengusir Ulat Tanaman

Editor: Mahadeva

507
Tanaman Sirsak Rawa yang dapat diolah menjadi pestisida Nabati  - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Buah sirsak, selain dapat diolah menjadi minuman yang segar, dikenal juga memiliki khasiat bagi kesehatan. Tetapi banyak orang yang tidak tahu, kalau salah satu jenis sirsak juga dapat dijadikan sebagau pestisida nabati. 

Penanggung jawab Kebun Blok A, B, D Taman Buah Mekarsari, Ikma Lesmana, menyebut, dari tiga jenis sirsak yang ada di Taman Buah Mekarsari, sirsak rawa merupakan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati.

“Kalau sirsak yang untuk dikonsumsi itu dari jenis sirsak ratu. Kalau sirsak rawa ini, buah dan daunnya digunakan sebagai pestisida nabati. Karena tingkat keasamannya mampu mencapai empat hingga lima kali lipat dari asam buah yang biasa,” kata Ikma kepada Cendana News, Rabu (30/1/2019).

Pestisida nabati memiliki banyak keunggulan, dibandingkan pestisida sintetis. “Kalau menggunakan pestisida nabati, yang pasti bahan dan teknologinya sederhana. Selain itu, sifatnya mudah terurai atau biodegradable, sehingga tidak mencemari lingkungan. Relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan. Karena residunya mudah hilang,” papar Ikma.

Cara mengolah sirsak rawa menjadi pestisida nabati juga tidak sulit. Hanya saja, prosesnya membutuhkan waktu lama. “Daun dan buahnya kita cacah. Atau bisa juga diblender. Lalu masuk ke proses fermentasi yang membutuhkan waktu sekitar sebulan. Selama proses ini, perlu kita aduk sekali seminggu,” jelas Ikma.

Hasil cacahan sirsak rawa, bisa dipadukan dengan sereh atau bawang merah. Setelah sebulan, campuran tersebut disaring dan dicampur dengan air agar bisa dijadikan sebagai pestisida.  “Kalau di Mekarsari, kita gunakan untuk hama ulat. Dengan takaran yang sudah ditentukan, kita campur dengan air lalu disemprotkan ke tanaman yang kita mau hilangkan hamanya,” ucap Ikma.

Menurut hasil penelitian, konsentrasi 100 gram per 100 ml air, merupakan komposisi paling efektif dari sirsak rawa sebagai pestisida nabati.  Ikma menyebut, sirsak merupakan tanaman satu family dengan srikaya. Hanya saja, kecenderungan buahnya memanjang, tidak bulat seperti srikaya dan memiliki tonjolan sisik yang tidak seperti srikaya.  “Tanaman sirsak biasanya menyukai iklim panas, tidak terlalu dingin atau banyak hujan. Tapi mampu beradaptasi dengan baik pada iklim lembap,” ujar Ikma.

Sirsak juga tidak menyukai tempat yang terlalu terbuka. Dapat tumbuh baik pada paparan sinar matahari sekira 50 hingga 60 persen. “Sirsak bisa tumbuh disemua jenis tanah. Tapi yang paling bagus adalah tanah berpasir dengan kadar kapur dan bahan organik tinggi. Tingkat keasaman terbaik adalah pH 5,5 hingga 7,4,” pungkas Ikma.

Baca Juga
Lihat juga...