Sirup Buah Kawista Terkenal di Rembang, Pohonnya Ada di Mekarsari

Editor: Koko Triarko

336
Pohon dan Buah Kawista di Blok D Taman Buah Mekarsari -Foto: Ranny Supusepa

BOGOR – Bagi masyarakat yang pernah berkunjung ke Rembang, Jawa Tengah, pasti pernah mendengar tentang Cola van Java, yakni minuman sirup yang berasal dari buah Kawista.  Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari, Junaedi, mengatakan sirup Kawista ini sangat terkenal di Rembang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas dari daerah tersebut. 

“Sirup Kawista ini murni,  tidak ada tambahan apa-apa.  Buah Kawista yang memiliki kemiripan dengan buah Delima, hanya tinggal direndam dengan air gula saja. Itu sudah jadi.  Rasanya, ya seperti coca cola.  Tapi ada seperti rasa kenyal-kenyalnya,” kata Junaedi, di Blok D Taman Buah Mekarsari,  Rabu (22/1/2019).

Menurutnya, Kawista termasuk keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae).  Awalnya, di Blok D  ada 25 pohon Kawista, tapi terkena jamur sehingga menyisakan 6 pohon saja saat ini.

“Pengembangbiakan Kawista menggunakan bijinya yang kecil dan berwarna hitam. Mekarsari mendapatkan bibitnya dari Deptan pada 1994. Karena termasuk buah langka, jadi ditanam di blok D ini.  Kawista ini butuh waktu lama untuk tumbuh.  Sebagai perbandingan,  kalau Maja sudah setinggi 1 meter dalam waktu 4 bulan,  Kawista paling hanya 40 cm,” papar Junaedi.

Buah Kawista yang berwarna coklat ini, sangat keras dan berbentuk bulat dengan diameter sekitar 5-6 cm.  Karena itu, untuk membukanya membutuhkan bantuan alat, seperti golok atau alat keras lainnya.

“Tinggi pohon Kawista mampu mencapai 15 meter.  Bunganya berwarna putih dan buahnya bergerombol dalam satu cabang dalam jumlah 5-9 buah,” ucap Junaedi.

Kelebihan pohon Kawista adalah kemampuannya yang bertahan dalam kondisi panas. Karena itu, Kawista tumbuh subur di Rembang.

“Kalau di Mekarsari, tumbuhnya tidak terlalu bagus.  Mungkin karena udaranya agak dingin. Padahal, potensi Kawista sangat bagus. Untuk pengolahan sebagai minuman, sangat berpotensi, karena masih jarang sirup yang asli berasal dari buah,” ujar Junaedi, lebih lanjut.

Junaedi mengharapkan, pemerintah menggalakkan penanaman Kawista di daerah panas, selain Rembang. “Kalau dijadikan komoditi unggulan, Kawista harus dikembangkan secara cangkok dan dilakukan penangkaran, agar tidak tumbuh terlalu tinggi. Jadi mudah untuk perawatan dan pemanenan,” ungkap Junaedi.

Selain di Rembang, Kawista juga dikenal di Aceh dengan nama buah Batok, yang digunakan sebagai campuran bumbu rujak. Sementara di Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengenalnya dengan nama Buah Kawi, yang digunakan juga sebagai pelengkap campuran rujak.

Beberapa sumber menyebutkan, Kawista memiliki manfaat untuk kesehatan.  Yaitu, untuk menurunkan sakit panas, mengatasi mual dan sebagai tonikum pembangkit stamina.

Lihat juga...