Siswa di Lindu Sigi Masih Belajar di Tenda Darurat

199
Ilustrasi - Sejumlah pelajar belajar di dalam tenda. Dok CDN

SIGI — Siswa di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga kini masih belajar di tenda darurat, karena gedung sekolah yang rusak akibat gempa bumi 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 belum juga diperbaiki oleh pemerintah.

“Ya anak-anak masih belajar di tenda, sebab bangunan sekolah yang hancur belum juga diperbaiki kembali,” kata Mery, salah satu orantua murid di Desa Puro’o, Senin (14/1/2019).

Ia mengatakan belajar di tenda cukup memprihatinkan saat musim hujan.

Biasanya kalau musim hujan, air masuk dalam tenda dan sangat mengganggu siswa belajar.

“Kalau musim panas tidak ada masalah. Tapi menjadi masalah kalau hujan, sebab biasanya air masuk ke dalam tenda,” ujarnya.

Sekolah di Kecamatan Lindu banyak yang rusak akibat gempa.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki kembali semua bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal seperti sebelum adanya bencana tersebut.

Hal senada juga disampaikan Isak, salah seorang guru SD di Dataran Lindu. Ia juga mengatakan sekolah tempat ia mengajar juga rusak dan murid terpaksa belajar di tenda.

Kecamatan Lindu salah satu dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi yang juga terdampak parah bencana alam gempa bumi.

Selain sekolah, kata dia, banyak rumah penduduk dan gereja serta masjid rusak dan perlu dibangun kembali.

Di wilayah itu juga masih banyak warga yang tinggal di tenda-tenda darurat.

Tetapi, sudah banyak yang kembali di rumahnya meski membangun tenda di halaman mereka, sebab rumah rata-rata rusak parah.

Kecamatan Lindu terdiri atas lima desa yakni Puro’o, Langko, Tomado, Anca dan Olu. Semua desa itu berada di sekitar Danau Lindu yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sigi.

Untuk sampai ke Lindu, harus naik kendaraan mobil dan sepeda motor selama tiga jam dari Kota Palu. Jalan menuju Kecamatan Lindu pada musim hujan biasanya tertimbun longsor karena struktur tanahnya labil.

Selain itu harus melintasi kawasan hutan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Dataran Lindu terletak pada ketinggian sekitar 2.000 meter dari permukaan laut dengan hawa cukup dinggi, terutama di malam hari. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...