SMK PGRI 3 Kembangkan Potensi Lokal Batik dan Topeng Malangan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

213

MALANG — Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan tidak hanya mampu mendapatkan pekerjaan di bidang industri. Lebih daripada itu, juga dituntut memiliki jiwa dan kemampuan berwirausaha, khususnya untuk mengembangkan potensi lokal yang ada.

SMK
Kepala sekolah SMK PGRI 3, M. Lukman Hakim. Foto: Agus Nurchaliq

Seperti halnya yang diterapkan SMK PGRI 3 kota Malang kepada para siswanya melalui program SMK potensial mini yang tengah digalakkan pemerintah provinsi Jawa Timur.

Kepala sekolah M. Lukman Hakim menuturkan, sebagai salah satu SMK potensial mini yang ada di kota Malang, pihaknya diharapkan mampu melatih para siswa untuk berwirausaha.

Dikatakan, nantinya siswa lulusan SMK PGRI 3 tidak hanya disalurkan untuk mencari pekerjaan di bidang industri atau instansi saja, tetapi juga diupayakan agar mereka memiliki kemampuan untuk berwirausaha.

“Ini sudah kami buktikan, dimana hampir 30 persen lebih siswa yang telah lulus sudah memiliki usaha bahkan tempat usaha,” terangnya, saat mengikuti pameran di Dome Universitas Muhammadiyah Malang.

Dikatakan Lukman, karya siswa yang kini menjadi produk unggulan dari SMK PGRI 3 Malang dan sudah banyak dipasarkan di beberapa oulet hotel dan tempat wisata adalah batik dan topeng Malangan.

Menurutnya, batik dan topeng Malangan karena sudah menjadi salah satu ciri khas Malang, sehingga berpotensi untuk dikembangkan.

“Untuk topeng Malang ini kami lebih banyak menggunakan bahan daur ulang dari kertas bekas. Dengan memanfaatkan bahan daur ulang tersebut kami ingin turut andil untuk mengurangi jumlah sampah yang ada di dunia,” terangnya.

Sementara itu, guru seni budaya sekaligus pembimbing SMK potensial bidang batik dan topeng malangan, Hiannanta menyebutkan, untuk dapat meningkatkan minat siswa dalam dunia usaha, siswa tidak boleh hanya dilibatkan dalam proses pembuatan produknya saja, tetapi juga dilibatkan dalam pemasaran produk.

“Jadi program ini kita kemas bukan saja hanya membuat, tetapi juga untuk memasarkan. Sehingga konsepnya benar-benar dikemas layaknya berwirausaha,” terangnya.

Selain itu, siswa juga ditunjukkan segmen maupun peluangnya produk yang mereka buat itu seperti apa dan sejauh mana, tandasnya.

Lebih lanjut, Hiannanta, menuturkan saat ini pihaknya tengah mengembangkan kerja sama dengan beberapa hotel yang ada di Malang raya agar bisa dipakai para siswa untuk tempat berjualan.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada beberapa hotel di Malang yang bersedia kita ajak kerja sama,” ucapnya.

Kedepan kerjasama ini akan terus kita tingkatkan khususnya dengan tempat wisata, agar para siswa bisa terpacu semangat untuk menekuni dunia usaha, pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...