Soto Sokaraja, Kuliner Khas Purwokerto

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Sokaraja yang dikenal sebagai pintu gerbang kuliner Kota Purwokerto, memiliki banyak makanan khas setempat, yang diburu wisatawan maupun warga kota sendiri. Salah satunya, Soto Sokaraja, soto daging dengan kuah yang dipenuhi bumbu kacang pedas.

Deretan Warung Soto menjamur di jalur utama kota kecamatan tersebut. Namun, uniknya Soto Sutri yang terletak di jalan desa, dekat Balai Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, pun tak pernah sepi pembeli. Nama Sutri diambil dari nama pemiliknya, Ibu Sutri.

Suka-duka Sutri membangun warung sotonya, ini patut diacungi jempol. Sejak 1980-an, ia memulai usaha warung soto kecil di depan rumahnya. Bahkan, untuk menuju ke warung tersebut harus melewati gang sempit.

Sutri, pemilik Warung Soto Sutri Sokaraja (pojok, duduk), melayani pembeli dengan dibantu salah satu karyawannya. -Foto: Hermiana E.Effendi

“Saya mulai jualan soto sejak masih gadis, kalau resepnya biasa saja, diajari oleh orang tua,” tuturnya, di sela kesibukannya melayani pembeli, Sabtu (5/1/2019).

Olahan Soto Sutri, dengan cita rasa yang sangat spesial dan irisan dagingnya yang besar, tetapi empuk, membuat pembeli selalu berdatangan.

Warung Soto Sutri pun berkembang, ia kemudian pindah ke tepi jalan desa, dengan menyewa sebuah rumah yang kini juga sudah dibelinya.

Meskipun selalu ramai pembeli, namun Sutri selalu meracik sendiri masakan sotonya. Ia juga ikut melayani pembeli dari sejak warung buka hingga tutup.

Warung soto ini selalu tutup pada pukul 14.00 WIB, dan tidak membuka cabang. Baru sekitar tiga tahun lalu, Sutri membuka warung soto lagi yang letaknya hanya berjarak sekitar 500 meter dari warung sotonya yang pertama.

Selama ini, banyak tawaran dengan berbagai model kerja sama untuk warung sotonya, tetapi selalu ditolaknya. Ia mengelola warung soto tersebut dengan sederhana, dan hanya dibantu oleh sekitar lima orang, yang merupakan tetangganya sendiri.

“Saya tidak ingin buka cabang di mana-mana, tidak mau kemaruk (ambisius –red). Banyak yang menawarkan kerja sama, banyak pula yang minta, agar buka sampai malam hari, tetapi saya menolak,” katanya.

Akibat jam buka warung soto yang sangat terbatas ini, maka setiap hari banyak pembeli yang mengantre. Warung soto yang baru, menurut Sutri, dibuka karena banyak pelanggan yang seringkali tidak tertampung di warungnya yang lama.

Soto Sokaraja merupakan masakan khas, yang terdiri dari ketupat, kecambah, muncang, daun bawang dan daging yang diiris, kemudian racikan tersebut dituangi kuah dan diberi kerupuk. Dan, dilengkapi dengan sambal kacang yang pedas, dan khas.

Lihat juga...