Tabur Puja Krambilsawit Salurkan Pinjaman Modal Setengah Miliar

Editor: Mahadeva

336
Manajer Unit Tabur Puja Krambilsawit, Emi Malina (kanan berkerudung) saat melayani nasabah, - Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Sejak diresmikan di 2018 lalu, Unit Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Krambilsawit, telah menggulirkan dana pinjaman modal usaha Rp449 juta. Kredit tersebut, disalurkan untuk masyarakat miskin di Desa Mandiri Lestari Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul.

Dana pinjaman senilai hampir setengah miliar tersebut, diberikan kepada 227 nasabah, yang  tergabung dalam tujuh kelompok Tabur Puja. Mereka tersebar di tujuh dusun yang ada di desa tersebut. Mayoritas penerima dana pinjaman, merupakan warga miskin yang memiliki usaha.

Manager Unit Tabur Puja Krambilsawit, Emi Malina, menyebut, di 2019, pihaknya mentargetkan akan menambah jumlah penerima manfaat. Hal itu akan dilakukan, dengan membentuk 15 kelompok Tabur Puja. Setiap kelompok, nantinya akan memiliki sub-sub kelompok. Dimana setiap sub kelompok terdiri dari 10 hingga 15 orang anggota.

“Target kita nantinya akan membentuk 15 kelompok Tabur Puja. Sejak dilaunching di 2018 lalu, sudah ada tujuh kelompok yang terbentuk. Sementara dalam waktu dekat ini akan ada penambahan tiga kelompok lagi,” ujarnya kepada Cendananews.

Sejak 2018 lalu, Yayasan Damandiri berupaya mengatasi persoalan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Krambilsawit, melalui program Desa Mandiri Lestari. Salah satunya adalah dengan membentuk Koperasi Simpan Pinjam Tabur Puja. Sebagai unit usaha KUD SHS Mandiri Krambilsawit, Unit Tabur Puja didirikan sebagai sumber permodalan bagi warga.

Warga yang kesulitan modal, dapat mengajukan pinjaman usaha lewat unit Tabur Puja. “Yayasan Damandiri menyiapkan dana mencapai Rp3 miliar untuk modal usaha. Sampai saat ini Koperasi sudah terima Rp890 juta. Sementara sebanyak Rp449 juta telah tersalurkan ke masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.

Setiap warga atau nasabah, dapat mengajukan pinjaman senilai Rp1 juta hingga Rp2 juta per orang. Penerima pinjaman lebih diprioritaskan bagi warga miskin atau keluarga pra sejahtera, baik yang telah memiliki usaha maupun yang akan memulai usaha.  “Karena masih baru, belum sumua masyarakat mengetahui keberadaan unit simpan pinjam Tabur Puja. Sehingga fokus yang kita lakukan saat ini, lebih pada upaya promosi. Dalam setiap kegiatan desa, keberdaan unit Tabur Puja ini selalu kita sosialisasikan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...