Tahun Politik, Tebar Kedamaian dan Kerukunan

Editor: Satmoko Budi Santoso

473

BEKASI – Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia, untuk bisa menebarkan kedamaian dan kerukunan antarsesama. Atmosfir ruang publik menjelang Pemilu 2019 harus diisi dengan aura positif.

“Ini kan memasuki tahun politik, berbagai aspirasi yang beragam itu dikontestasikan, diperlombakan di ruang publik. Sehingga potensi munculnya konflik, sengketa perseteruan antaranggota masyarakat yang beragam ini semakin terbuka,” kata Lukman Hakim Saifuddin, di Bekasi, Jumat (11/1/2019).

Dikatakan, memasuki Pemilu 2019, seringkali perbedaan yang terjadi membawa agama. Menurutnya, agama, justru diperalat untuk membuat kehidupan antarumat semakin terkotak-kotak, terpisah-pisah.

Padahal semangat agama justru menyatukan. Agama itu, sambungnya, membuat hubungan kemanusiaan antarsesama semakin akrab, erat, karena harus saling mengayomi, menjaga harkat martabat kemanusiaan jadi lebih baik.

“Itu esensi ajaran agama,” tandasnya, meminta semua elemen kembali kepada esensi dan substansi agama yang sesungguhnya. Bahwa agama bukanlah alat untuk memecah belah, tetapi sebaliknya, agama membuat semakin akrab dan kuat.

Lebih lanjut Lukman mengimbau, meskipun berada dalam keberagaman sekuat dan setajam apa pun gesekan yang terjadi, semua diharapkan bisa menebarkan kedamaian dan kerukunan.

Lukman meminta khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Agama RI, untuk tidak ikut menebarkan atau menyebarluaskan berita yang tidak berdasar, berita bohong, apalagi penuh dengan caci maki, fitnah dan sebagainya.

“Atmosfir ruang publik harus diisi aura positif, jangan sebaliknya. Ruang publik dipenuhi aura negatif. Jika itu yang terjadi, maka semua akan menghirup suatu hal yang negatif. Artinya, buruk sekali bagi kehidupan Indonesia,” tukasnya.

Dengan demikian, tandasnya, apabila mendapatkan postingan berita atau apa pun yang kita sendiri tidak yakin kebenarannya, matikan. Kita tidak perlu ikut-ikutan menyebarluaskan kebohongan atau hoaks. Khususnya kepada para pendidik dan penyuluh agama, titip betul, agar dapat menebar kerukunan dan kedamaian. Karena ini tahun politik yang berpotensi konflik bisa semakin besar,” pungkas Lukman.

Baca Juga
Lihat juga...