Tanamkan Budaya Membaca dengan Gemar Berbagi Buku

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Hobi membaca dan mengoleksi semua jenis buku sudah dilakoni Mayor Amir Maʼruf sejak masih kecil dan berlanjut sampai sekarang.

Koleksi bukunya ada ribuan yang memenuhi lemari baik di rumah maupun di kantor. Tak sekadar hobi membaca, sang mayor pun hobi berbagi buku dan mengajak orang-orang untuk gemar membaca.

ʺBuku itu jendela dunia, apa pun isi buku pasti membawa ilmu bagi kita, karena itu budaya membaca harus ditanamkan sejak dini, terutama untuk generasi muda. Saya sangat sedih kalau ada orang tidak suka membaca, kalau ia berkenan, saya berikan buku, supaya mau membaca,ʺ tutur suami dari Cut Ratna Yanti, Kamis (17/1/2019).

Setiap kali ada kolega yang datang ke rumah atau kantor, seringkali pulang dengan membawa sebuah buku. Saat mengisi acara di beberapa sekolah, sang mayor pun tak lupa untuk berbagi buku. Koleksi bukunya sangat lengkap dari mulai biografi para tokoh, hingga buku iptek, sejarah, agama, poitik, sastra dan lain-lain.

Terkait hobi membacanya ini, pria kelahiran Tinggarjaya, Banyumas ini berkisah, saat masih kecil, jika disuruh ibunya membeli sesuatu di warung, ia akan pulang dengan jalan sangat lambat, karena sepanjang jalan membaca sobekan koran pembungkus belanjaan.

Hingga saat masuk Sekolah Dasar (SD), dahaga akan buku mulai tersalurkan. Ia menjadi langganan perpustakaan sekolah, paling rajin, mulai dari SD,  SMP,  SMA, hingga bangku kuliah.

Ayah dari FA Oryza Sativa ini, masuk TNI AD melalui Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) yaitu penerimaan prajurit TNI dari sarjana tahun 1997. Saat kuliah di Solo, ia sering membeli majalah dan buku bekas di pinggiran jalan Slamet Riyadi dan kompleks Stadion Sriwedari.

ʺPengalaman paling mengesankan saat saya bertugas di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Usai rapat, saya sedang jalan melewati toko buku dan ada sebuah buku yang sangat menarik perhatian saya. Waktu itu uang saya tinggal Rp 100 ribu, sedangkan ongkos pulang dari kota Padang ke kota Padang Panjang dengan naik bus Rp 10 ribu. Sementara harga buku tersebut Rp 90 ribu. Dan saya tetap pilih membeli buku tersebut sambil menahan lapar sepanjang malam karena tidak makan,ʺ tutur penggemar musik cadas ini.

Saat ini sang mayor bertugas sebagai Perwira Seksi Perlawanan Wilayah Korem 071 Wijayakusuma Purwokerto, dan di tengah kesibukannya, masih terus menyempatkan diri untuk berburu dan membaca buku, serta tak lupa berbagi buku.

Lihat juga...