Tarif Bus Transpatriot Resmi Berlaku

Editor: Mahadeva

182

BEKASI – Setelah beroperasi, selama 37 hari, mulai Kamis (3/1/2019), Bus Transpatriot Kota Bekasi, Jawa Barat resmi memberlakukan tarif. Penumpang diharukan membayar Rp4 ribu perorang untuk menaiki armada tranportasi umum tersebut.

Nirwan Fauzi, Kepala Divisi Transpatriot dari Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) Kota Bekasi – Foto M Amin

Tarif tersebut lebih mahal, bila dibandingkan dengan tarif Transjakarta, yang hanya Rp3.500 per-penumpang. “Kamis (3/1/2019), hari pertama diberlakukan tarif, setelah beroperasi gratis selama 37 hari,” kata Nirwan Fauzi, Kepala Divisi Transpatriot, Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) Kota Bekasi, Kamis (3/1/2019).

Penetapan tarif , sudah melalui perhitungan biaya selisih operasional, setelah dikurangi pendapatan dari tiket. Jika tarif Rp3.500, dipertimbangkan tidak cocok dengan situasi Kota Bekasi. “Setelah dikurangi pendapatan dari tiket. Besarannya memang sempat tergantung dengan pendapatan tiketnya. Makin banyak penumpang yang bayar. Maka, subsidinya makin kecil. Tapi nanti dihitung lagi pertiga bulanan,” tandas Nirwan.

Tarif penumpang dan biaya operasional standar perhitungannya berbeda. Untuk bus Transpatriot, jika penumpang sudah mencapai 90 orang untuk satu trip, maka tidak perlu lagi disubsidi.  Saat ini 60 persen operasional Transpatriot, disubsidi oleh Pemkot Bekasi. “Saat ini penumpang baru, 30 orang sekali jalan. Artinya baru 30 persen akupansinya,” ungkap Nirwan.

Setelah tarif diterapkan, jumlah penumpang tidak berubah, dan masih sama seperti sebelum pemberlakuan. Penumpang bus Transpatriot, adalah penumpang tetap, meski baru sebulan beroperasi. Penumpang sudah tahu nilai tarif yang diterapkan. Bus Transpatriot terintegrasi dengan tiga stasiun kereta, yakni Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur. Di tiga tempat tersebut, ada tempat pemberhentian khusus.

Sedangkan untuk integrasi dengan bus transjakarta, ada lima halte khusus yang telah tersedia. Letaknya di sepanjang jalur mulai dari terminal Bekasi, sampai ke tempat tujuan akhir di Harapan Indah. Mengenai armada tambahan, operasionalisasi 20 unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan, yang sudah diteirma PD Mitra Patriot, saat ini belum dapat dipastikan kapan beroperasi. Masih harus melewati proses perhitungan dana subsidi.

Saat ini bus Transpatriot ada sembilan unit, dan mendapat bantuan Rp5 miliar. “Tentu jika ada penambahan kalkulasinya berbeda lagi. Jika 29 unit bus subsidi bisa mencapai Rp10 miliar,”paparnya.

Namun demikian Dia mengakui dengan kondisi saat ini, kebutuhan bus Transpatriot masih perlu penambahan. Tetapi dengan berbagai pertimbangan seperti nasib Angkotan Kota harus menjadi pertimbangan. “Banyak rute yang belum terlayani sebenarnya, seperti dari terminal ke Pondokgede, Mustikajaya, Jatiasih dan lainnya. Tetapi tentu harus dicari solusi terbaik,” pungkas Nirwan.

Baca Juga
Lihat juga...