Terorisme, Isu Utama Keamanan Internasional

Editor: Mahadeva

219

DENPASAR – Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, mengatakan, saat ini terorisme telah menjadi isu utama dalam keamanan dunia internasional. Kejahatan terorisme, berkembang sangat pesat, semakin canggih dan terorganisir.

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.-Foto: Sultan Anshori.

Hal itu, menempatkan terorisme sebagai musuh setiap negara. Polri sebagai penegak hukum di Indonesia, harus memiliki cara dan strategi, untuk menanggulangi serta memberantas permasalahan terorisme. Mulai dari melakukan pendekatan-pendekatan lembut untuk mencegah perkembangan ideologi teroris (soft approach). Hingga melakukan tindakan tegas dan terukur, untuk memberikan efek jera terhadap pelaku teror maupun keluarganya (hard approach).

Kerjasama antar instansi pemerintah, pelaku pariwisata dan masyarakat, harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. Untuk membantu terciptanya tatanan masyarakat yang siaga terorisme. “Apabila seluruh aparat penegak hukum dan masyarakat memiliki komitmen yang sama, maka saya yakin dan percaya, kita mampu memberantas terorisme,” kata Irjen Petrus di sela-sela lokakarya kesadaran tentang pemberantasan terorisme (counter terrorism awareness workshop) di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Selasa (8/1/2019).

Alumni Akpol 1988 tersebut menambahkan, terkait kesiapsiagaan personel Polda Bali, Kapolda dengan tegas menyampaikan, Polda Bali selalu siap terhadap situasi apapun. Selain membentuk Satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime), Polda Bali, juga sudah bekerjasama dengan sejumlah negara di dunia untuk mengantisipasi terjadinya aksi terorisme.

Bali bukan hanya tentang counter terrorism, yang paling penting adalah, harus disuarakan ke seluruh dunia tentang toleransi. Hanya di Bali, kita temukan toleransi yang begitu luar biasa, dengan sikap saling menghormati antar umat beragama dan konsep Tri Hita Karana yang begitu mendunia, “Jika mendengar informasi dan ada sesuatu yang mencurigakan, silahkan hubungi petugas kepolisian. Mari berbagi informasi untuk sama-sama menjaga Bali,” tandas Kapolda asal Manado tersebut.

Acara counter terrorism awareness workshop, diikuti oleh 25 orang pelaku pariwisata di Bali. Kegiatan tersebut terselenggara, atas kerjasama Polda Bali dengan Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) dan Pemerintah Inggris. Para pelaku pariwisata dari Bali Tourism Board dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali, akan dilatih oleh delapan personel Polda Bali. Mereka akan dilatih bagaimana mencegah ancaman terorisme.

Baca Juga
Lihat juga...