Tiap Latihan, Saka Kalpataru Banyumas Menabung Sampah

Editor: Koko Triarko

324

BANYUMAS – Anggota Saka Kalpataru Banyumas, sudah lama rutin menabung sampah. Juga sudah memiliki bank sampah dan tiap anggota diwajibkan untuk menyetor sampah. Mereka menyetor sampah saat ada latihan bersama.

Pamong Saka Kalpataru Banyumas, Subarkah Setyonegoro, mengatakan, pihaknya selalu menanamkan kepada anggota, bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, dibentuk bank sampah dan setiap latihan anggota diwajibkan untuk menyetorkan sampah.

Pamong Saka Kalpataru Banyumas, Subarkah Setyonegoro,

ʺSeperti latihan hari ini, kita mendapatkan banyak sampah daur ulang, satu anggota bisa menyetor 2-4 kilogram sampah daur ulang,ʺ kata Subarkah, saat latihan rutin di Sanggar Saka Kalpataru, jalan  Gerilya Barat No 5, Gedung B, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Minggu (13/1/2019).

Selain untuk menjaga lingkungan, kewajiban menabung sampah ini merupakan upaya Saka Kalpataru untuk membentuk jiwa wira usaha terhadap anggotanya.

Sebab, setoran sampah ini akan dihitung dan dijual kepada pengepul barang daur ulang. Bagi tiap anggota yang menyetor sampah juga akan dicatat banyaknya setoran, dan akan dibayarkan setelah terkumpul cukup banyak.

ʺIbaratnya setiap latihan mereka menabung, tetapi dalam bentuk sampah daur ulang. Nanti, mereka akan mendapat hasilnya setelah terkumpul banyak. Ini juga membangun jiwa wira usaha pada anggota Pramuka,ʺ terangnya.

Lebih lanjut, Subarkah menjelaskan, pendirian Bank Sampah Saka Kalpataru merupakan hasil musyawarah pengurus Dewan Saka  dan Pinsaka Kalpataru, untuk menumbuhkan jiwa wira usaha bagi para anggota Saka Kalpataru, serta mendukung program pemerintah dan juga sebagai aplikasi dari Krida 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).

Dalam Krida 3 R jelas disebutkan, bahwa setiap anggota Pramuka Satuan Karya Kalpataru, harus mempunyai kepedulian dan rasa tanggung jawab dalam mengelola, menjaga dan melestarikan lingkungan. Termasuk dalam penanganan sampah.

Anggota Saka Kalpataru diharapkan mampu melakukan upaya reduce atau komposting, kemudian reuse atau daur ulang serta yang diwujudkan dalam bentuk bank sampah.

Dalam latihan rutin di Sanggar Saka Kalpataru, terkumpul sampah plastik sebanyak 15 kilogram dan sampah kertas 20 kilogram.

Anggota Saka Kalpataru, Elda Ustria Ningtyas dari pangkalan SMKN 2 Purwokerto, mengatakan, dengan adanya Bank Sampah Saka Kalpataru, membuatnya lebih peduli terhadap lingkungan.

ʺKebiasaan menabung sampah ini, membuat kita lebih peduli terhadap lingkungan, dan menjadikan lingkungan kita selalu bersih,ʺ tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...