Titiek Soeharto Cemaskan Peredaran Narkoba hingga Pelosok Desa

Editor: Koko Triarko

799

SOLO – Kasus peredaran Narkoba di Indonesia yang beberapa waktu lalu sempat terungkap dalam jumlah yang sangat besar, masih menjadi keresahan tersendiri bagi masyarakat luas. Pasalnya, hingga saat ini kasus itu belum ada kejelasan, baik siapa pemiliknya maupun ke mana barang bukti narkoba yang jumlahnya hingga berton-ton tersebut.

Hal inilah yang diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Haryadi, saat menghadiri Deklarasi PPP Asli mendukung Prabowo-Sandi, di Gedung Umat Islam, Kartopuran, Solo, Minggu (13/1/2019).

Putri Cendana yang karib disapa Titiek Soeharto, menyatakan, banyak orang tua yang khawatir akan masa depan anak-anak mereka, karena peredaran narkoba yang merajalela hingga ke pelosok-pelosok desa.

“Kita bisa bayangkan, satu gram saja sudah bisa membuat teler. Bagiamana dengan berton-ton narkoba yang masuk ke Indonesia? Kita semua was-was, karena peredaran narkoba ada di mana-mana, bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa,” tegas Titiek Soeharto.

Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) saat menghadiri Deklarasi PPP Asli di Solo, Minggu (13/1/2019). -Foto: Harun Alrosid

Menurutnya, yang lebih mengkhawatirkan lagi, hingga saat ini kasus berton-ton narkoba itu tidak tuntas. Sebab, hingga saat ini kasus tersebut tidak diungkapkan kepada masyarakat secara pasti, siapa pemiliknya dan bagaimana kelanjutannya.

“Kita tidak pernah tahu ke mana barang bukti berton-ton narkoba itu, dan tak pernah tahu siapa pemiliknya. Berton-ton narkoba ini tentunya akan membinasakan generasi kita ke depan. Ini bisa dikatakan pembunuhan massal,” tegasnya.

Lebih lanjut diungkapkan, kasus berton-ton narkoba itu baru yang berhasil diungkap oleh aparat pemerintah. “Bagaimana yang tidak terungkap?” sebut Titiek Soeharto.

Persoalan narkoba, menurutnya, satu dari sekian banyak persoalan yang pelik yang terjadi di Indonesia pada masa pemerintahan saat ini. Selain narkoba, masyarakat masih banyak yang mengeluhkan persoalan ekonomi yang kian sulit, dan harga-harga kebutuhan pokok yang kian mencekik. Tak ketinggalan persoalan lapangan pekerjaan juga menjadi pokok persoalan bangsa Indonesia.

“Ketika kita turun, banyak keluhan dari masyarakat bawah. Semakin sulitnya perekonomian, kebutuhan pokok semakin mahal, suami dan anak sulit mencari pekerjaan, bahkan sarjana banyak yang menganggur. Para lulusan perguruan tinggi terpaksa kerja serabutan di sektor nonformal dengan upah rendah dan tak memadai,” tandasnya.

Berbagai persoalan yang kasat mata dan dapat disaksikan secara langsung ini, tak lain merupakan akibat dari akumulasi kebijakan yang salah arah dan tidak berpihak kepada rakyat.

Karena itu, Titiek Soeharto mengajak adanya perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Yakni, Indonesia yang mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta memiliki keberpihakan kepada rakyat.

“Kita membutuhkan perubahan, dan kita membutuhkan pemimpin nasional yang memiliki keberpihakan kepada rakyat. Marilah kita menjemput kemenangan Pilpres 2019 dengan tetap rendah hati, dengan terus memohon pertolongan kepada Allah, agar senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan, kemudahan dan keridhoaan sehingga keinginan untuk Indonesia yang lebih baik dapat terwujud,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...