hut

Titiek Soeharto: Pasar Oro-oro Dowo Bisa Jadi Percontohan

Editor: Mahadeva

MALANG – Pengelolaan Pasar Oro-oro Dowo, Malang dapat menjadi percontohan pengelolaan pasar tradisional. Pasar yang berlokasi di kecamatan Klojen, kota Malang tersebut, bersih dan nyaman.

“Salut, Kota Malang punya pasar yang bersih seperti ini. Saya surprise sekali saat masuk ke pasar Oro-oro Dowo, karena pasarnya sangat bersih dan nyaman untuk pembeli maupun penjualnya,” ujar Puteri Keempat Presiden RI HM Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, Minggu (20/1/2019).

Setiap pedagang di pasar tersebut, memiliki tong sampah sendiri. Sehingga sampah tidak dibuang sembarangan. Selain itu, di Pasar Oro-oro Dowo, pengelola menyediakan troli bagi pembeli yang berbelanja, sehingga kondisinya mirip seperti di supermarket, meski sebenarnya adalah pasar tradisional. Meskipun berlama-lama di dalam pasar, suasananya tidak terlalu panas, karena atapnya tinggi, sehingga kenyamanan sangat dirasakan.

Titiek Soeharto saat di wawancarai usai mengunjung pasar Oro-oro Dowo – Foto Agus Nurchaliq

“Saya sudah datang ke beberapa pasar, setiap kali keliling ke daerah-daerah dimana kondisi pasarnya masih sangat tradisional, tidak seperti ini. Kedepan pasar tradisional di Indonesia harus diperbaiki menjadi seperti Pasar Oro-oro Dowo ini,” tandasnya.

Titiek Soeharto menyebut, pasar yang sudah direvitalisasi tersebut harus dijaga kebersihannya. Sehingga bisa menjadi percontohan pengelolaan pasar tradisional lainnya di Indonesia.  “Tadi disini saya banyak berbelanja, saya beli jajanan pasar, tempe, keripik tempe, tahu, terus ada mendol yang tadi saya pikir combro ternyata mendol,” ucapnya.

Titiek Soeharto berfoto dengan pembeli di pasar Oro-oro Dowo – Foto Agus Nurchaliq

Lebih lanjut, menanggapi perhelatan debat Calon Presiden (Capres), Titiek Soeharto meminta, KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus lebih serius lagi dalam menyelenggarakannya. “Ini kita kan pilih presiden, bukan memilih ketua RT atau RW. Jadi harus lebih seriuslah, jangan seperti cerdas cermat,” tandasnya.

Debat capres selanjutnya harus bisa membantu masyarakat memahami visi dan misi capres. Dengan begitu, masyarakat yang melihat bisa menilai kapasitas kedua pasangan calon. Sehingga masyarakat bisa memilih mana yang lebih baik untuk memimpin Indonesia.

Lihat juga...