TMII Terus Berinovasi Lestarikan Budaya Bangsa

Editor: Satmoko Budi Santoso

158

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berinovasi dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa. Berbagai pagelaran budaya nasional pun kerap ditampilkan.

Begitu pula dengan program khusus TMII yang digagas dengan kreasi inovasi sesuai perkembangan zaman.

“TMII adalah pusat budaya dan edukasi pendidikan bagi anak bangsa agar lebih mencintai tanah air melalui ragam gelar budaya bangsa,” kata Kepala Unit Kerja Badan Pelaksana Pengelola TMII, Diono, kepada Cendana News, Rabu (9/1/2019).

Semua kegiatan seni budaya yang ditampilkan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. “TMII fokus pada budaya bangsa dengan terus berinovasi,” ujarnya.

Sebagai sarana pelestarian budaya, edukasi dan hiburan, jelas dia, TMII setiap tahun menampilkan ratusan pertunjukan seni budaya daerah. Seperti festival seni, parade lagu daerah, parade musik daerah, parade tari daerah, parade busana daerah, karnaval keprajuritan, karnaval budaya, pameran dan lainnya.

Kesemua pertunjukan kesenian tersebut dikemas dalam bentuk pekan budaya yang inovatif. Di antaranya Pekan HUT TMII, Pekan HUT RI, Pekan Lebaran, Pekan Desember, Natal dan Tahun Baru.

Semua pagelaran pekan kesenian tersebut diisi dengan kegiatan budaya bernuansa edukasi. “Ini sesuai misi TMII ‘Budaya Kuat, Bangsa Berdaulat’, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa terjaga utuh,” ujarnya.

Diono bersyukur karena sepanjang 2018, semua target tercapai. Sukses menampilkan ratusan pertunjukan seni budaya. Target 5 juta pengunjung domestik hingga akhir tahun juga tercapai.

Bahkan, target 450 ribu pengunjung di Pekan Desember, Natal, dan Tahun 2019 yang dipatok dari tanggal 15 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 melebihi target.

“Target wisatawan domestik 5 juta sepanjang 2018 tercapai, bahkan melebihi target. Namun mohon maaf, berkaitan dengan wisatawan mancanegara (wisman), kami belum bisa berikan validasi data secara total,” ujarnya.

Ia menegaskan, TMII sebagai sarana pelestarian seni budaya bangsa sangat mendukung program Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yang menargetkan wisman 20 juta pada tahun 2019, dan 275 juta wisatawan domestik.

“TMII mendukung program Kemenpar, target 20 juta wisman dan 275 wisatawan domestik. Tahun 2019, TMII menargetkan 6 juta wisatawan domestik, wisman juga meningkat tentunya,” ungkap Diono.

Agar target itu tercapai, Diono berharap, tahun 2019 negara Indonesia aman dan tenteram serta tidak ada lagi bencana.

“Wisman itu kan tergantung kondisi Indonesia, mudah-mudahan tidak ada lagi bencana. Tahun 2019, TMII juga lebih sukses dan berkembang,” tegasnya.

Di usia TMII yang mencapai 44 tahun pada 20 April 2019 mendatang, Diono mengatakan, ini bukan perjalanan yang mudah. Tentu dalam perjalanannya, TMII tidak keluar dari visi dan misi, yaitu melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa.

“TMII ini dibangun atas ide cemerlang Ibu Tien Soeharto, sebagai sarana pendidikan bagi anak bangsa untuk lebih mencintai tanah air, mencintai nilai budaya leluhur,” ujarnya.

Pada 2019, TMII juga terus berbenah dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Sejumlah bangunan budaya dan anjungan akan terus diperbaiki.

Menurutnya, ini dilakukan mengingat perkembangan zaman yang semakin modern. Sehingga menjadi tantangan untuk mewujudkan TMII menjadi wahana pelestarian budaya yang menarik bagi wisatawan.

“Program ke depan, ada Museum Batik, sedang tahap pembangunan, dan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi Widodo pada 20 April 2019, acara puncak HUT ke-44 TMII,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, TMII juga sedang memperbaiki wahana rekreasi Aeromovel. TMII juga berhasil mengembangkan kereta angin yang dinamakan Titihan Samirono. Ini menjadi wahana yang bisa memanjakan pengunjung saat berlibur ke TMII.

“Aeromovel lagi diperbaiki, pergantian mesin. Tadinya modern sekarang lebih milenial. Tujuannya untuk memanjakan pengunjung TMII,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...