TNI Sosialisasikan Bios 44 di Agam

Editor: Koko Triarko

183

AGAM – Para Komandan Koramil dan Babinsa jajaran Kodim 0304/Agam, mulai memperkenalkan dan mensosialisasikan Bios 44 kepada kelompok tani di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. 

Danramil 06/ Baso, Kapten Inf. Rudi Candra, mengatakan, untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, TNI menghadirkan solusi penyubur tanah bekas tambang atau bekas kebakaran hutan yang disebut dengan formula Bios 44.

Ia menjelaskan, penggunaan formula Bios 44 akan terus disosialisasikan kepada para petani, sampai kepada seluruh lapisan masyarakat Sumatra Barat, sampai dapat memahami dan menerapkannya dalam aktivitas pertanian.

“Program pengenalan Bios 44 ini sebelumnya diperuntukkan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, kini berkembang pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, yang sedang dilakukan sosialisasi di wilayah Kodim 0304/Agam secara bertahap,” katanya, Selasa (29/1/2019).

Tahun – tahun sebelumnya, TNI menemukan sebuah formula yang disebut Bios 44, yang merupakan cairan dari jenis perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan, dan berfungsi untuk memperkecil hingga menutupi rongga-rongga yang ada pada lahan gambut dalam tempo tertentu. Bahkan, cairan tersebut membuat lahan gambut tidak akan mudah terbakar.

Dia menjelaskan, untuk wilayah Agam, sosialisasi formula Bios 44 itu tersebar di wilayah Kecamatan Tilantang Kamang, kepada Kelompok Tani Sepakat di Nagari Gadut, Kelompok Tani Ikhlas di Nagari Biaro.

Juga ada di Kecamatan Baso, tepatnya di Nagari Simarasok, ada Kelompok Tani Sabar, di Matur ditujukan kepada Kelompok Tani Batu Basurek, Buayan Nagari Lawang, Nagari Koto Gadang, serta di wilayah Lubuk Basung.

Menurutnya, Babinsa memiliki peranan yang penting dalam menyampaikan hal-hal baru, yang bisa dipergunakan untuk petani, dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Ia berharap, hal itu dapat memberikan manfaat bagi petani, khususnya di Agam.

Ketua Kelompok Tani Sabar, menjelaskan, Bios 44 adalah gabungan simbiosis mutualisme dalam bentuk larutan yang sudah diformulasi, yang terbukti selama ini efektif, bisa menyuburkan tanah sehingga lahan yang semula kurang produktif, bisa diberdayakan kembali.

Terpisah, Ketua Kelompok Tani, Datuk Ay Mangkuto Basa, di Kelurahan Campago, Kecamatan Mandiangin Koto Selatan, mengatakan, lahan sawah yang digarapnya selama ini kekurangan pupuk, sehingga ia berharap setelah ada Bios 44, dapat membantu sebagai solusi alternatif pemberian pupuk.

“Jika ada solusi soal pupuk, itu tentu diharapkan dapat meningkatkan penghasilan produksi pertanian. Mudah-mudahan adanya bantuan Bios 44 dan semoga hasil tanaman padi dapat meningkat,” harapnya.

Sepanjang sosialisasi yang diberikan, masyarakat yang hadir sangat antusias mengikutinya, karena Bios 44 dianggap sebagai formula yang multifungsi dan multimanfaat, sehingga masyarakat berkeinginan untuk menggunakannya sebagai pengganti pupuk anorganik.

Masyarakat berharap, dengan Bios 44 ini hasil pertanian bisa menjadi lebih produktif lagi, dan bisa menjaga ketahanan pangan di masa yang akan datang.

Baca Juga
Lihat juga...