Trump Desak Penghentian Sementara Penutupan Sebagian Pemerintah, Dolar Jatuh

145
President Donald J. Trump - Dokumentasi CDN

NEW YORK – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu, pada akhir perdagangan Jumat (25/1/2019) waktu AS atau Sabtu (26/1/2019) pagi WIB.

Kondisi mempertahankan kerugian tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump, mengumumkan perjanjian tentatif dengan anggota parlemen, untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintah AS selama tiga minggu. Pengumuman Trump secara singkat mengupas kerugian dolar AS, tetapi para pedagang mengatakan reaksi mata uang tidak sekuat yang diharapkan.

Perjanjian itu menyerukan tiga minggu pendanaan sementara, dan seorang pembantu senior Demokrat mengatakan, uang yang diminta presiden untuk tembok perbatasan tidak termasuk. Trump sebelumnya bersikeras tentang pencantuman 5,7 miliar dolar AS. Dana tersebut, untuk membantu membayar tembok sepanjang perbatasan AS-Meksiko. “Reaksi dolar AS tidak super kuat karena ketidakpastian tetap ada,” kata Juan Perez, pedagang mata uang senior, di Tempus Inc.

Perez menyebut, diperlukan  solusi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut. Penutupan sebagian pemerintah berlangsung selama 35 hari, mempengaruhi 800.000 pekerja cuti. Salah satu dari sekian dampak penutupan, ratusan penerbangan telah dibatalkan atau ditunda. Hal itu terjadi di bandara di wilayah New York dan Philadelphia. Dalam perdagangan sore, indeks dolar AS turun 0,8 persen menjadi 95,812, jatuh ke level terendah dalam satu minggu. Pada Kamis (24/1/2019), indeks dolar naik ke tertinggi 96,676.

Paul Ashworth, Kepala Ekonom AS, di Capital Economics di Toronto, mengatakan, penutupan telah berdampak lebih luas. “Dolar AS telah bertahan sepanjang hari karena fokus pedagang bergeser ke pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan, ketika bank sentral AS diperkirakan akan membiarkan suku bunga tidak berubah setelah menaikkannya empat kali tahun lalu,” jelasnya.

Di sisi lain, Euro mengalami rebound, pada penutupan perdagangan Jumat (25/1/2019). Kondisinya lebih, stabil setelah pernyataan Dovish, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) gagal mengubah penilaian yang sudah suram pada ekonomi zona euro. Mata uang tunggal itu naik 0,9 persen menjadi 1,1412 dolar AS.

Presiden ECB, Mario Draghi, sebelumnya memperingatkan, penurunan ekonomi zona euro bisa lebih jelas daripada yang diperkirakan beberapa minggu lalu. Komentar itu dilihat sebagai tanda penundaan kenaikan suku bunga pertama bank. Euro pada Kamis (24/1/2019) melemah secara luas, karena komentar-komentar tersebut. Kondisinya jatuh ke level terendah di dua bulan terakhir, di 1,1286 dolar AS. Sementara itu, Poundsterling, mencapai nilai tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terhadap dolar AS. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...