Tsunami Selat Sunda, Warga Lapas Kelas II A Kalianda Galang Bantuan

Editor: Mahadeva

232

LAMPUNG – Berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kalianda, Lampung Selatan, tidak membuat warga binaan dan petugas Lapas, tidak memiliki kepedulian. Mereka tetap peduli dengan bencana tsunami yang melanda Lampung Selatan.

Abdul Karim – Foto Henk Widi

Kepala Lapas Kelas II A Kalianda non aktif, Abdul Karim, A.Md.IP.S.Sos.,M.Si  menyebut, musibah tsunami yang melanda Lamsel, Sabtu (22/12/2018) silam, juga memunculkan keprihatinan para Narapidana (Napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Warga lapas menggelar penggalangan dana secara spontan, di sela-sela serah terima jabatan kalapas, Kamis (10/1/2019). Dari penggalangan dana yang dilakukan, terkumpul dana sebanyak Rp1 juta dari WBP dan uang tunai Rp6 juta dari petugas lapas.

Petugas Lapas Kelas II A Kalianda, juga mengkomunikasikan secara langsung, informasi jika ada keluarga WBP yang menjadi korban. “Sudah kami sampaikan kepada warga binaan serta petugas lapas kelas II A Kalianda, jika ada keluarga yang terkena, maka sesuai standar operasional prosedur bisa menjenguknya, tapi ternyata tidak ada keluarga yang terkena tsunami,” terang Abdul Karim kepada Cendana News, Kamis (10/1/2019).

Saat ini di Lapas Kelas II Kalianda, ada 685 WBP. Sebagian ditahan karena kasus narkoba. Jabatan Kepala Lapas Kelas II A Kalianda diserahkterimakan dari Abdul Karim kepada Endang Lintang Hardiman.

Sementara itu, Endang Lintang Hardiman, menyebut, dibutuhkan pembenahan dalam seperti penyediaan ruangan khusus high risk (resiko tinggi) bagi WBP, yang bisa mempengaruhi WBP lain. Terutama untuk tahanan tindak pidana terorisme.

Endang tidak menampik, Lapas Kelas II Kalianda saat ini dalam kondisi over crowded. Kondisi tersebut tersebut dikarenakan, kapasitas yang penuh. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala, yang perlu dukungan dari semua pihak. “Agar masyarakat lebih mengenal Lapas, yang tidak hanya untuk mengurung orang bersalah, tetapi mereka ini juga bisa diberdayakan,“ pungkas Endang.

Baca Juga
Lihat juga...