hut

Tutut Soeharto Peroleh Kejutan Ulang Tahun dari Nelayan Way Muli

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Ketua Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab pula disapa Mbak Tutut Soeharto, mendapat kejutan dari nelayan Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Kejutan tersebut berupa nasi tumpeng khas nelayan Way Muli Timur untuk ulang tahun Mbak Tutut yang ke-70. Mbak Tutut terlihat matanya berkaca-kaca saat nelayan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan menyerahkan nasi tumpeng kepadanya.

Mbak Tutut yang merayakan ulang tahun setiap tanggal 23 Januari tersebut berharap, ia masih bisa memberi dampak positif bagi masyarakat.

Didampingi oleh sang putri, Danty Rukmana, ia bahkan berharap, sang putri bisa melanjutkan kiprah sang ibunda untuk membantu masyarakat melalui YDGRK Siti Hartinah Soeharto. Dibantu sang putri, ia memotong nasi tumpeng yang selanjutnya diserahkan kepada salah satu nelayan Way Muli Timur.

Mbak Tutut menyebut, bantuan sebanyak 10 perahu bagi nelayan Way Muli Timur bertujuan untuk membangkitkan semangat nelayan.

Pada tahap awal, Mbak Tutut mengaku, bantuan tersebut diharapkan bisa dipergunakan nelayan mencari ikan untuk sumber penghidupan. Bantuan dari YDGRK Siti Hartinah Soeharto disebut Mbak Tutut diharapkan bisa memantik adanya bantuan dari pihak lain agar kehidupan nelayan bisa berjalan dengan normal.

“Saya berharap jika nanti nelayan mendapatkan hasil tangkapan saat melaut dalam jumlah banyak hasilnya bisa dipilah dan disisihkan untuk kebutuhan saat ini. Sebagian untuk kehidupan selanjutnya,” terang Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto, saat dikonfirmasi di Desa Way Muli Timur, Senin (28/1/2019).

Pada kunjungan ke Way Muli Timur,  Mbak Tutut sebagai ketua YDGRK Siti Hartinah Soeharto  menyerahkan sebanyak 10 perahu kepada nelayan setempat yang juga didampingi Muhamad Yarman selaku sekretaris.

Ketua Yayasan Dana Gotong Royong dan Kemanusiaan, Siti Hardiyanti Rukmana (tengah) didampingi Muhamad Yarman (kiri) saat berada di TPI Way Muli Timur – Foto: Henk Widi

Penyerahan dilakukan melalui proses undian kepada nelayan sesuai dengan nomor urut 1 hingga 10 agar perahu yang diperoleh bisa dipergunakan untuk kembali berusaha. Ia juga memberi semangat kepada sejumlah ibu rumah tangga nelayan agar bisa kembali bangkit melalui usaha sektor perikanan.

Putri sulung Keluarga Cendana, menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hilal Merah Indonesia, Front Pembela Islam (DPD HILMI FPI) Lampung, H. Davy Eka Saputra, S.Kep.

Selanjutnya, bantuan perahu diserahkan kepada Solihin selaku penanggung jawab kelompok nelayan tradisional di wilayah Desa Way Muli Timur. Penyerahan melalui DPD HILMI FPI Lampung merupakan bagian peran organisasi tersebut dalam memfasilitasi nelayan untuk kembali melaut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hilal Merah Indonesia Front Pembela Islam (DPD HILMI FPI) Lampung, H. Davy Eka Saputra, S.Kep menyebut, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat nelayan.

Siti Hardiyanti Rukmana didampingi Ketua DPD HILMI-FPI Lampung, Davy Eka Saputra (baju putih) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut, DPD HILMI FPI Lampung sejak Minggu (23/12/2019) sudah membantu masyarakat pesisir Lamsel. Relawan DPD HILMI FPI Lampung telah berperan sebagai fasilitator awal antara masyarakat nelayan warga terdampak tsunami kepada Yayasan Dana Gotong Royong dan Kemanusiaan (YDGRK) dalam mendapat fasilitas perahu nelayan.

“Sebagai relawan kami sudah datang ke lokasi terdampak tsunami, membantu korban pada masa tanggap darurat sampai recovery atau pemulihan,” terang H. Davy Eka Saputra, S. Kep.

Bantuan sebanyak 10 perahu nelayan yang sudah tiba dan langsung diserahkan oleh Mbak Tutut Soeharto, disebuy Davy, sangat berguna bagi nelayan. Selain itu berbagai bentuk bantuan diakuinya akan berguna untuk memacu mata pencaharian nelayan tangkap.

Sebanyak sepuluh perahu nelayan bantuan dari YDGRK Siti Hartinah Soeharto bagi nelayan Desa Way Muli Timur – Foto: Henk Widi

Ia juga masih tetap memperjuangkan nasib nelayan pesisir untuk mendapatkan alat tangkap di antaranya pancing, jaring serta peralatan lain.

DPD HILMI FPI Lampung diakuinya masih berada di lokasi bencana untuk ikut mendukung masyarakat kembali bangkit berusaha, terutama warga yang berprofesi sebagai nelayan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!