Upah Kerja Belum Dibayar, Puluhan Warga Sikka Lapor Bupati

Editor: Koko Triarko

228

MAUMERE – Puluhan warga, baik laki-laki maupun perempuan, yang bekerja sebagai tukang dalam proyek pengerjaan rabat jalan desa dan bak air di Desa Wolonwalu, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, mendatangi Kantor Bupati Sikka.

“Kami datang untuk meminta Pak Bupati, agar menegur kepala desa untuk segera membayar uang kami selama bekerja membuat jalan dusun,” kata Udensiana Alen, Senin (28/1/2019).

Udensiana Alen, warga Desa Wolonwalu -Foto : Ebed de Rosary

Menurutnya, para pekerja sudah bekerja selama 13 hari dengan upah sehari Rp60 ribu, sehingga total gaji yang belum dibayarkan dari dana desa sebesar Rp780 ribu.

“Kami minta agar upah kami dibayar, baru kami bisa bekerja. Kami mau menyelesaikan di desa, tapi tidak dihiraukan, sehingga kami mengadu ke bupati agar bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Eli Hans, selaku kepala tukang, juga mengaku upahnya pun belum dibayar. Total pekerja sebanyak 30 orang, namun hanya 28 orang warga desa yang bekerja membangun jalan semen di Dusun Ili, Desa Wolonwalu.

“Saya digaji dengan Rp90 ribu per hari, sehingga total uang saya yang belum dibayar sebesar Rp1.170 ribu. Kami sudah meminta kepada kepala desa, namun dirinya tidak mau membayarkan,” ungkapnya.

Eli mengatakan, jalan semen di Desa Wolonwalu yang dikerjakan sepanjang 76 meter. Namun jalan tersebut baru dikerjakan sepanjang 50 meter, dan terhenti karena warga tidak mau bekerja lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Wolonwalu, Inasensia, dihubungi media mengakui ,bahwa dirinya belum membayar warga yang bekerja sesuai upah hari orang kerja (HOK), karena berdasarkan perjanjian dengan warga, upah akan dibayar setelah selesai bekerja.

“Untuk bak air, pekerjaan dihentikan karena tidak sesuai dengan perencanaan. Tukangnya pun belum kami bayar semuanya, karena berdasarkan perjanjian kerja upah akan dibayar kalau pekerjaan sudah selesai,” ungkapnya.

Inasensia mengakui, pekerjaan pembangunan jalan semen di Desa Wolonwalu yang sedang dikerjakan, ada 3 item proyek. Sementara untuk bak air ada satu, dan semuanya menggunakan dana desa. Setiap proyek dilengkapi dengan papan proyek.

Data yang didapat Cendana News, menyebutkan, upah tukang rabat jalan Ili, sehari tukang dibayar Rp90 ribu dengan total HOK sebanyak 170, sehingga total dana yang dibutuhkan Rp15,3 juta.

Upah pekerjaan pembersihan lokasi dan pembentukan badan jalan sebanyak 1.058,32 HOK, dengan upah sehari Rp60 ribu, sehingga total dana yang dibutuhkan Rp63,49 juta. Pekerja pembangunan rabat jalan dibayar 690,85 HOK, dengan total nilai Rp41,45 juta.

Lihat juga...