Walhi Desak Pengusutan Perusakan Kawasan Hutan Lindung Parapat

250
Ilustrasi - Longsor -Dok: CDN

MEDAN – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara, meminta Polres Simalungun dan Dinas Kehutanan setempat, mengusut tuntas dugaan perusakan kawasan hutan lindung Parapat. Kawasan hutan lindung tersebut, diduga digunakan untuk perkebunan.

“Pendirian perkebunan di kawasan hutan lindung itu tidak diperbolehkan dan jelas melanggar Undang-undang, serta pelakunya dapat dipidana,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan, Senin (14/1/2019).

Ia mensinyalir, penyebab longsor yang menutupi jembatan Sidua-dua, Desa Sibanganding, Parapat, Kabupaten Simalungun, dikarenakan adanya alih fungsi hutan lindung. “Hal itu, tidak boleh dibiarkan, harus diproses secara hukum untuk memberikan efek jera terhadap pelaku,” tegas Dana.

Warga masyarakat maupun pihak perusahaan swasta, yang menjadikan kawasan hutan sebagai kawasan perkebunan, adalah pelaku pelanggaran hukum yang sangat berat. Pelakunya, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang telah merusak lingkungan tersebut. “Polres Simalungun diharapkan agar secepatnya menemukan pelaku yang membuka perkebunan di pegunungan Parapat,” tandasnya.

Dana menyebut, Walhi sangat memprihatinkan, peristiwa longsor yang terjadi secara berulang-ulang. Tercatat, sudah delapan kali longsor terjadi, dan menutupi badan Jalan Pematang Siantar-Simalungun. Sementara jalan tersebut, menjadi sarana mobilitas utama warga setempat. Hal tersebut, meresahkan warga maupun pengguna jalan lintas Sumatera (Jalinsum), karena merasa tidak nyaman saat melintas karena takut tertimbun longsor.

“Selain itu, kendaraan roda empat dan roda dua, terpaksa harus melalui jalan alternatif yang memiliki jarak tempuh cukup jauh, serta berkelok-kelok dan cukup melelahkan,” kata Pemerhati Lingkungan itu.

Arus lalu lintas di jalan nasional di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, diberlakukan sistem buka tutup. Hal itu karena longsor yang terjadi Minggu (13/1) kira-kira pukul 02.00 WIB. Material longsor menutupi ruas jalan di jalur menuju salah satu kawasan wisata utama di Sumatera Utara, tepatnya di jembatan kembar Sidua-dua.

Kapolsek Parapat, AKP Bambang Priyatno ketika dihubungi Minggu sore mengatakan, tim masih melakukan pembersihan material longsor dari kawasan hutan Bukit Bangun Dolok. “Longsoran cukup besar hingga menutup dua jalur jembatan kembar,” tandasnya.

Tim berupaya membersihkan satu jalur lagi sampai malam hari supaya arus lalu lintas pada keesokannta bisa normal lagi, itupun jika tidak ada longsor susulan. Longsor di kawasan tersebut, setidaknya sudah terjadi sembilan kali, dalam sebulan terakhir. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...