Walhi: Longsor Parapat Disinyalir Akibat Penebangan Kayu

199
Ilustrasi

MEDAN — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia(Walhi), Sumatera Utara (Sumut) mensinyalir penebangan kayu secara liar di daerah pegunungan menjadi penyebab longsor yang menutupi jembatan Sidua-dua, Desa Sibanganding, Parapat, Kabupaten Simalungun.

“Pemerintah, Dinas Kehutanan Simalungun, Polres, dan institusi terkait lainnya agar menyelidiki penyebab longsor tersebut,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan, di Medan, Kamis (10/1/2019).

Menurut dia, terjadinya longsor di pengunungan itu, karena adanya kerusakan hutan yang dilakukan warga masyarakat. Selain itu, bisa saja terjadinya pengrusakan hutan yang dilakukan perusahaan pemegang HPH yang beroperasi di daerah pinggiran Danau Toba.

Sehubungan dengan itu, pemerintah agar secepatnya membentuk tim untuk turun ke lapangan dengan melakukan penyelidikan di daerah yang mengalami longsor.

Peristiwa longsor yang terjadi secara berulang-ulang itu, tidak boleh dibiarkan dan harus diselidiki secara tuntas.

“Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat longsor yang menutupi badan Jalan Pematang Siantar-Simalungun,” ujarnya.

Jika pemerintah tidak segera melakukan investigasi ke lokasi longsor Parapat tersebut, maka pihaknya akan turun ke lapangan.

Kawasan hutan yang dilindungi negara tersebut, juga banyak dihuni monyet sebagai tempat tinggal dan pelestarian hewan itu.

Sebelumnya, tim gabungan dari Pemerintah Provinsi(Pemprov) Sumut, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Medan, Pemkab Simalungun, Kepolisian dan TNI bekerja sama menyingkirkan material longsor yang menutupi jembatan Sidua-dua di Desa Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Jumat (4/1) petang.

“Sudah sekitar 100 ton lebih material dalam bentuk tanah berlumpur atau bercampur air yang kita singkirkan,” kata Kepala Bidang Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Simalungun, O Manik.

Dia mengatakan, satu dari dua ruas jalan jembatan kembar sudah dibersihkan, sehingga dapat dilintasi dengan pengaturan buka tutup satu jalur per jam.

Jalur ini khusus untuk kendaraan dari arah Parapat ke Pematangsiantar, sedangkan Pematangsiantar ke Parapat masih harus melalui jalan alternatif Simpang Palang – Sitahoan. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...