Wali Kota Balikpapan: Bagasi Berbayar Pengaruhi UMKM

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

298
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menyebutkan, aturan bagasi pesawat udara berbayar akan berdampak terhadap Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM). Pernyataan ini dikeluarkan menyusul keputusan maskapai penerbangan di Indonesia memberlakukan tarif pada barang bawaan konsumen.

“Dampaknya tentu saja pelaku UMKM harus mengeluarkan biaya lebih. Akibatnya mereka akan menaikkan harga kalau tidak ingin merugi.Efeknya pembeli atau konsumen akan mengeluarkan bujet lebih,” kata Rizal Effendi di Balikpapan, Kamis (24/1/2019).

Angkutan udara selama ini menjadi salah satu moda transportasi terpenting bagi masyarakat Balikpapan. Bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan ekonomi atas, melainkan juga kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Para pelaku UMKM ini biasanya memanfaatkan transportasi yang murah untuk menekan harga ke konsumen. Mereka biasanya menggunakan Lion Air itu,” ungkap Rizal.

Karena alasan melindungi UMKM inilah, walikota sepakat dengan YLKI yang meminta maskapai meninjau ulang tarif bagasi.

“Agar masyarakat yang bepergian dari Balikpapan bisa membawa oleh-oleh yang sebagian besar diproduksi oleh UMKM kita,” jelasnya.

Pengenaan tarif bagasi akan menahan penumpang pesawat membeli oleh-oleh. Mereka akan berpikir dua kali untuk membawa camilan maupun pernak-pernik khas Balikpapan.

Beberapa hari lalu, sejumlah maskapai penerbangan mengeluarkan aturan bagasi berbayar. Lion Air misalnya, memberlakukan Lion mengenakan tarif bagasi tambahan dengan penghitungan setiap 5 kilogram. Harganya berbeda tergantung rute dan tujuan dengan rerata sebesar Rp 155 ribu. Harga tersebut bisa dibeli pada saat pemesanan tiket melalui sistem pembelian voucher bagasi.

Lihat juga...