Wali Kota Bekasi Minta TKK dan GTK Patuhi Aturan

Editor: Satmoko Budi Santoso

315

BEKASI – Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dan Guru Tenaga Kontrak (GTK) di empat kecamatan di Kota Bekasi, Jawa Barat, diminta tunduk dan patuh pada aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan di depan 1300 TKK dan GTK dari Kecamatan Mustikajaya, Bantargebang, Rawalumbu dan Kecamatan Bekasi Selatan, di Lapangan Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Rabu (23/1/2019).

Dalam pembinaannya, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, menyerukan kepada para pegawai di Pemerintah Kota Bekasi seperti TKK dan GTK untuk mentaati peraturan yang telah dibentuk.

“GTK dan TKK adalah tanggungjawab saya sebagai Walikota Bekasi dengan memberikan keputusan untuk diangkat menjadi pegawai kontrak,” tegas Rahmat Effendi yang mengakui, sudah menandatangani kontrak kembali ribuan TKK dan GTK di Kota Bekasi.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi – Foto: Muhammad Amin

Untuk itu, dia meminta, semua TKK dan GTK yang telah dikontrak kembali, untuk dapat meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja.

Dia menekankan, TKK dan GTK supaya tidak menambah isu mengenai berita hoaks yang dapat mempengaruhi kinerja yang lain.

Penandatanganan kontrak kembali tersebut, sebut Rahmat Effendi, adalah jawaban atas keresahan di kalangan TKK dan GTK selama ini.

Tuntutan disiplin sudah menjadi tugas dan tanggungjawab pekerja, apalagi GTK dan TKK, gajinya diambil dari uang kas daerah Pemerintah Kota Bekasi. Dana kas tersebut adalah hasil dari pajak yang dibayarkan oleh warga Kota Bekasi.

“Dari dana Kas tersebut Pemerintah mengatur, termasuk pemberian honor yang dibayarkan kepada pegawai TKK dan GTK. Untuk itu, penuhi dan laksanakan pekerjaan sesuai dengan kinerja tiap harinya. Sesuai amanah, karena itu semua dari hasil pajak yang dipungut dari uang rakyat Kota Bekasi,” paparnya.

Sementara, Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menambahkan, semua yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, adalah pegawai yang harus patuh dan taat akan peraturan yang telah dibuat.

Begitu pun TKK dan GTK yang diangkat oleh Keputusan Wali Kota untuk membantu kinerja para ASN di Pemerintahan Kota Bekasi.

“Zaman ini memang sudah milenial. Datang, hadir, langsung foto untuk disebar di media sosial. Akan tetapi bukan hanya sekadar foto sebagai laporan, tapi hasil yang sesungguhnya, berupa bukti nyata sebuah produk pelayanan dan juga tertib terhadap administrasi,” ujar Tri Adhianto.

Tri berharap, pegawai nonASN dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik. Dengan menunjukkan totalitas kerja yang terukur, maka hal itu sebagai ungkapan syukur atas amanat dan kepercayaan yang diberikan oleh pemimpin di Kota Bekasi.

Baca Juga
Lihat juga...