hut

Warga Balikpapan Diminta Lapor Sebelum Ngebor Air Bawah Tanah

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Warga Kota Balikpapan diminta melapor atau berkoordinasi terlebih dahulu, sebelum melakukan pengeboran sumber air bawah tanah, menyusul adanya kejadian semburan gas yang menyebabkan kebakaran akibat pengeboran air tanah di kawasan Manggarsari, pada Senin (28/1) sore.

Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, saat meninjau lokasi kejadian, Selasa (29/1/2019) sore. Kebakaran terjadi dari semburan api yang diawali dengan ledakan gas sumur bor di RR 31, jalan Manggar Indah, Manggar Sari.

“Jangan sampai terulang lagi, karena kawasan Balikpapan Timur seperti di Manggarsari ini rentan sekali terhadap semburan gas bawah tanah,” katanya, saat meninjau rumah warga yang terkena ledakan semburan gas.

Karena itu, pihaknya menyarankan kepada warga yang ingin mengebor, khususnya sumber air bawah tanah, untuk koordinasi pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup. Sehingga aktivitas pengeboran juga lebih aman bagi keselamatan warga dan lingkungan sekitarnya.

“Hal ini tentu jangan terulang lagi. Ingin mencari air, yang keluar malah gas,” tandas Rahmad Mas’ud.

Rahmad juga minta kepada Ketua RT dan tokoh masyarakat, melakukan komunikasi serta berkoordinasi, dalam setiap aktivitas warganya.

“Alhamdulillah, kemarin warga dan petugas sigap melakukan penanganan,” katanya.

Golan, salah seorang warga yang rumahnya terbakar mengungkapkan, ledakan terjadi sesaat setelah adzan Magrib berkumandang. Api kemudian menyambar dinding rumah di RT 31, Jalan Manggar Damai tersebut.

Dinding yang terbuat dari kayu itu pun langsung terbakar menyala dan api terus membesar, hingga kemudian menyebar ke rumah-rumah tetangga. Tidak berselang lama, petugas pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi, dan mulai menyemprotkan air memadamkan api.

Untuk diketahui, semburan gas di Manggarsari, Balikpapan Timur mengakibatkan tiga unit rumah terbakar, dan 32 jiwa terpaksa mengungsi. Satu korban bernama Susi (28), juga mengalami luka bakar hingga harus dievakuasi ke rumah sakit.

Tiga rumah yang terbakar, yakni rumah milik Golan (40), Udin (40) jumlah penghuni  enam orang dan  Sulika (50 ).

Lihat juga...