Warga Kokap Berharap Bedah Menoreh Beri Manfaat

Editor: Koko Triarko

359

YOGYAKARTA – Akses jalan alternatif atau jalan pendukung yang menghubungkan calon bandara baru Kulon Progo dengan objek wisata strategis nasional Candi Borobudur, terus dibangun Pemkab setempat. Yakni dengan membangun jalan yang membelah kawasan perbukitan Menoreh, mulai dari kecamatan Temon hingga Samigaluh, atau disebut Bedah Menoreh. 

Meski belum sepenuhnya rampung, namun hasil pembangunan ruas jalan Bedah Menoreh nampak sudah mulai terlihat. Salah satunya, di kawasan Desa Hargotirto, Kokap, Kulon Progo.

Sukijan -Foto: Jatmika H Kusmargana

Jalan yang berada di sisi barat Waduk Sermo ini nampak sudah beraspal mulus dengan lebar sekitar 5,5 meter. Jalan ini nantinya akan menghubungkan kawasan Temon hingga Girimulyo.

Adanya pembangunan jalan Bedah Menoreh, memberikan harapan besar bagi warga masyarakat sekitar. Selain membuka akses bagi sejumlah desa yang selama ini seolah terpinggirkan, adanya jalan baru itu juga diharapkan akan mampu menghidupkan dan menumbuhkan ekonomi di kawasan terpencil itu.

Sukijan, warga Dusun Teganing 2, Hargotirto, Kokap, menyebut, pembangunan jalan Bedah Menoreh yang melewati desanya sudah rampung sejak 1,5 bulan lalu. Jalan di atas bukit yang sebelumnya sempit dan rusak parah itu kini telah nampak mulus dan lebar.

“Dulu, jalan ini hanya jalan satu tapak. Lebarnya hanya sekitar 3 meter. Masih berupa tanah dan batuan terjal. Baru beberapa tahun terakhir ini dicor blok hingga akhirnya diaspal. Jauh sekali dibanding beberapa tahun lalu,” ujarnya, kepada Cendana News, belum lama ini.

Sebagai warga yang tinggal di kawasan tersebut, Sukijan menaruh harapan besar pada jalan Bedah Menoreh, agar bisa memberikan dampak berupa kemajuan bagi kawasan sekitar. Khususnya di wilayah Kokap, yang selama ini masih terpinggirkan karena tak banyak mendapat akses jalan yang baik.

“Harapannya tentu bisa membawa kemajuan bagi warga masyarakat. Seluruh potensi yang ada di kawasan ini, baik itu wisata, hasil bumi maupun produk-produk khas hasil olahan warga bisa terangkat. Sehingga kesejahteraan masyarakat juga semakin baik,” katanya.

Dengan bentang alam berupa perbukitan, kawasan Menoreh memiliki sejumlah potensi ekonomi yang cukup besar. Sejumlah objek wisata berupa gardu pandang di atas perbukitan, goa, hingga air terjun banyak terdapat di kawasan ini.

Aneka hasil bumi serta produk olahan, seperti cengkih, durian, kakau hingga gula semut juga menjadi sejumlah potensi di kawasan Menoreh.

“Sudah banyak warga yang mulai menyambut adanya jalan baru Bedah Menoreh ini. Mulai dari mengembangkan sejumlah spot wisata, membangun warung-warung dan tempat makan, hingga membangun homestay,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...