113 Nelayan di Pessel Dapat Bantuan Alat Tangkap

Editor: Koko Triarko

212

PESISIR SELATAN – Sebanyak 113 nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat, mendapat bantuan alat tangkap dari Kementerian Kalautan dan Perikanan. Bantuan alat tangkap jenis lampara dasar itu diserahkan oleh dinas perikanan setempat.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan bantuan alat tangkap yang diberikan kepada 113 nelayan itu, bukan berarti alat tangkap yang dimiliki nelayan di Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, itu rusak. Melainkan ada ketentuan dari Kementerian Kalautan dan Perikanan, untuk menjaga ekosistem laut.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/ Foto: M. Noli Hendra

Ia menjelaskan, jenis alat tangkap ikan lampara dasar itu digunakan untuk menangkap ikan hingga ukuran kecil. Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai hal itu dapat merusak ekosistem di laut. Untuk itu, alat tangkapnya diganti dengan ukuran mata jaring yang sesuai dengan aturan dari Kementerian Kalautan dan Perikanan.

“Jadi, alat tangkap lampara itu bagian dasarnya berbentuk persegi empat, dan pada bagian tengah agak lebar, terdiri dari sayap dan kantong menggelembung. Kementerian Kalautan dan Perikanan menilai, jenis alat tangkap yang demikian berpotensi merusak terumbu karang, rumput laut, hingga berdampak buruk terhadap perkembangbiakan ikan,” katanya, Senin (11/2/2019).

Hendrajoni menyatakan, Pemkab Pesisir Selatan berkomitmen untuk menjaga ekosistem laut, terutama yang berkaitan dengan aktivitas tangkap nelayan. Karena memang di daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang berjajaran dengan pantai Samudra, memiliki potensi ikan yang banyak, sehingga banyak masyarakatnya bekerja sebagai nelayan.

Menurutnya, Dinas Perikanan Pesisir Selatan telah sering menyampaikan kepada nelayan, terkait aturan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terutama untuk mata jaring alat tangkap nelayan haruslah sebesar 4 inci. Tujuan adanya penetapan ukuran itu, supaya tidak menangkap ikan yang masih berukuran kecil, serta tidak merusak terumbuh karang.

“Untuk itu, 113 nelayan yang mendapatkan bantuan alat tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, ukuran mata jaring yang diberikan sebesar 4 inci. Dengan ukuran tersebut, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan turut mengendalikan cara nelayan menangkap ikan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya, Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Afriman Julta, mengatakan, bantuan tersebut belum diberikan, karena sebelum bantuan tersebut didistribusikan, Pemkab Pesisir Selatan akan terlebih dahulu menggelar rapat dengan para nelayan, sehingga alat tangkap yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh nelayan.

“Sekarang dengan telah adanya pernyataan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk bantuan nelayan tangkap di Pesisir Selatan, jadi kita rencanakan rapat dilaksanakan pekan ini,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memberi pemahaman perihal dampak buruk alat tangkap yang sebelumnya mereka digunakan. Karena sebelumnya pihaknya juga sudah menegaskan kepada para nelayan, bahwa setelah alat tangkap mereka diganti, maka akan diambil tindakan tegas, jika masih menggunakan lampara dasar.

Ia menyebutkan, walaupun berpotensi merusak ekosistem laut dan tidak direkomendasikan, namun penggunaan lampara dasar khususnya di Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, ditoleransi hingga awal 2019, karena nelayan setempat sudah terlanjur menggunakannya.

Kendati demikian, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya adanya batas-batas perairan yang bisa dijelajahi dan jika melanggar penindakan segera dilakukan, selain itu penggunaannya dihentikan ketika adanya penggantian alat tangkap oleh pemerintah.

Dikatakan, hal tersebut telah disepakati antara Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Dinas Kelautan Sumatera Barat, Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, dan nelayan daerah itu pada akhir Januari 2018.

Lihat juga...