115 Kali Gempa Guncang Mentawai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

263

PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatera Barat mencatat 115 kali gempabumi terjadi di kawasan Kepulauan Mentawai sejak Sabtu sore lalu hingga jam 7 pagi tadi, Senin (4/2/2019).

Rosi warga di Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, yang tinggal dekat dari kawasan pantai, mengaku khawatir. Hal ini dikarenakan pantai Kabupaten Pesisir Selatan sangat berdekatan dengan Kapulauan Mentawai.

Belum lagi adanya perkiraan bahwa akan terjadi gempabumi dengan kekuatan gempa di atas 8 magnitudo dan diperkirakan juga berpotensi tsunami.

“Dulu Mentawai memang terjadi gempabumi, tapi tidak sesering beberapa hari terakhir ini. Saya selaku masyarakat yang tinggal dekat dari pantai, jadi berfirasat, apakah tsunami itu akan terjadi. Saya berharap tidak demikian,” katanya, Senin (4/2/2019).

Begitu juga dengan masyarakat yang berada di Kota Padang, Syamsurizal yang mengaku sangat khawatir. Ia berharap hal itu tidak mengganggu megathurust Mentawai.

“Kita di daratan ini berpikir soal dampaknya. Bagaimana dengan masyarakat yang di Mentawai, mungkin lebih khawatir dari masyarakat di sini yang dekat dari daratan. Semoga semuanya baik-baik saja,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri menjelaskan, dari total 115 kali gempa, di atas 5 magnitudo terjadi 6 kali. Sisanya 109 kali, berada di bawah 5 magnitudo.

“Dari pengamatan BMKG, dengan adanya aktifitas gempa yang cukup sering, dapat mengurangi resiko gempa dengan kekuatan yang lebih besar,” katanya, ketika dihubungi dari Padang.

Ia menjelaskan, terjadinya gempa karena zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Akibat pergerakan itu menimbulkan lempeng patah dan melepaskan energi yang menyebabkan gempabumi.

“Untuk menuju kestabilan, maka timbul patahan-patahan kecil yang menyebabkan gempa-gempa kecil tersebut. Jadi lebih baik energi dilepas secara bertahap sehingga gempa yang dihasilkan pun relatif kecil,” ujarnya.

Muri mengaku tidak bisa memprediksi kondisi ke depannya, mengingat cukup khawatirnya masyarakat terhadap kondisi sering gempa.

Gempa Mentawai
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra

Namun secara umum, Muri mengaku memang Sumatera Barat berpotensi terjadinya gempa. Untuk itu imbauan kepada masyarakat untuk selalu wapada dan tetap tenang.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit juga menyebutkan persoalan kondisi Mentawai yang sering diguncang gempabumi telah menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Diperkirakan Kepala BNBP dalam waktu dekat ini akan datang ke Mentawai, guna memastikan kondisi masyarakat yang ada di pusat gempa tersebut. Kedatangan ke Mentawai nantinya itu, guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat terkait kondisi gempabumi yang sering terjadi di daerah tersebut.

Lihat juga...