14 Anak di Solo Idap HIV/AIDS, Kemensos Siap Carikan Solusi

Editor: Satmoko Budi Santoso

264

BEKASI— Kasus 14 anak yang ditolak untuk bersekolah dasar negeri di Kota Solo sebab diketahui mengidap HIV/AIDS, mendapat tanggapan dari Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia mengatakan, Kementerian Sosial akan melakukan koordinasi untuk mencarikan solusi.

“Kasus itu muncul seminggu lalu, sebenarnya itu tidak perlu terjadi. Saya sudah diskusi dengan Dirjen untuk mengambil langkah tepat, mencari solusi terbaik bagi 14 anak yang terdampak HIV/AIDS tersebut,” kata Agus Gumiwang di Bekasi, Selasa (19/2/2019).

Menurutnya, penanganan yang berkaitan dengan rehabilitasi sosial dengan penderita HIV/AIDS sudah sangat mendesak, karena populasinya tidak kian berkurang. Harus mendapat perhatian lebih. Bagi Kemensos, imbuhnya, ada beberapa nilai budaya dan agama yang harus diperhatikan dalam melakukan rehabilitasi.

Dikatakan, bahwa sebenarnya, aturan UU Otonomi Pemerintah Daerah sudah mengatur kewenangan daerah terhadap pelayanan dasar terutama bagi anak untuk mendapat hak yang sama.

Harusnya pemerintah daerah, peka atau memberi solusi atau memberi perubahan yang baik terkait yang terjadi di daerahnya.

Sementara, pemerhati anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, memprotes apa yang terjadi terkait 14 anak di Kota Solo tersebut. Dia mengingatkan bahwa pihak tertentu tidak boleh mengambil tindakan diskriminasi terhadap anak yang mendapatkan penolakan.

Kak Seto Mulyadi, pemerhati anak – Foto: Muhammad Amin

“Apa yang terjadi di Solo, terkait 14 anak yang ditolak bersekolah, itu harus diprotes. Harus diingatkan kepada Dinas Pendidikan Kota Solo, supaya mengambil tindakan tegas. Tindakan dilakukan jika terjadi pelanggaran hak anak,” kata Kak Seto, usai menghadiri Rakor Penguatan Lembaga Perlindungan anak di Bekasi.

Dia mengaku, akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Solo untuk mengambil tindakan tegas atas hal tersebut. Karena anak berhak sekolah, tetapi tentunya harus melakukan upaya pendekatan terlebih dahulu kepada orang tua yang lain sebelum melakukan keputusan.

“Apakah hal tersebut sudah dilakukan sebelumnya?” tanya dia.

Pihak Dinas Pendidikan ataupun Dinas Kesehatan setempat, lanjutnya, harus memberikan pemahaman bahwa HIV/AIDS tidak menular dan tidak berbahaya.

”Mereka harus tetap bersahabat, berteman, bersama. Untuk itu diminta instansi terkait di Kota Solo segera melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Jika ditolak masuk sekolah, atau dipindahkan ke sekolah lain, alasannya apa? Jika diskriminasi, maka itu tetap tidak dibenarkan, dan harus ada tindakan tegas,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...