2019, Kasus Demam Berdarah di Palembang, Meningkat

256

PALEMBANG  – Kasus penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti melonjak pada Januari 2019 jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, yakni dari 63 kasus menjadi 132 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Fauziah, di Palembang, Minggu, mengatakan, meski terjadi lonjakan kasus tapi hingga kini belum ada korban meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dikumpulkannya, diketahui bahwa kasus DBD ini tersebar di sejumlah kecamatan dengan rincian Kecamatan Sukarami 19 kasus, Ilir Barat I 14 kasus dan Jakabaring serta Alang-alang Lebar 10 kasus.

Menurut dia, patut menjadi kewaspadaan karena penderita DBD mayoritas merupakan anak-anak usia sekolah yakni 5-14 tahun.

Oleh karena itu, warga Kota Palembang terus diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan karena nyamuk ini berkembang biak dengan cepat di air genangan yang tenang atau tidak mengalir.

Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Kota Palembang telah menyarankan ke dinas perikanan untuk meminta pengadaan 10 ribu ikan tempalo, yang nantinya dibagikan ke seluruh kelurahan di Palembang.

Sejauh ini, Dinkes Palembang telah membagikan larvasida ke seluruh Puskesmas di Palembang. Sedangkan untuk kegiatan fogging juga dilakukan berdasarkan permintaan Rumah Sakit dan warga, jika ada kasus DBD di daerah tersebut.

Fogging ini merupakan upaya terakhir, sehingga yang lebih dikedepankan yakni pencegahan. Tak hanya itu, sosialisasi langsung ke masyarakat tentang DBD juga digencarkan untuk kampanye program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.

Program PSN, yakni Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Kemudian, Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

Lalu, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Selain itu, kegiatan pencegahan seperti, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.

Serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan.

Berdasarkan data Dinkes Kota Palembang, kasus DBD ini setiap tahun menurun. Dari tahun 2010 sebanyak 675 kasus, tahun 2011 sebanyak 723, 2012 yakni 883 kasus, tahun 2013 sebanyak 438 kasus, tahun 2014 sebanyak 622 kasus.

Pada 2015 terjadi peningkatan cukup besar yakni sebanyak 981 kasus, 2016 sebanyak 932 kasus, tahun 2017 yakni 693 kasus dan tahun 2018 menurun lagi menjadi 642 kasus.

“Sepanjang lima tahun terakhir di tahun 2015 merupakan kasus yang paling banyak, namun tidak masuk kejadian luar biasa,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...