5.000 Ekor Sapi di Sulteng Ditarget Ikut Asuransi

Ternak Sapi - Dok: CDN

PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dalam tahun anggaran 2019 ini menargetkan mampu mengangsuransikan 5.000 ekor ternak sapi milik petani di seluruh provinsi itu.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Sitti Wahdaniah, membenarkan adanya program asuransi untuk ternak sapi petani di daerah ini.

“Kami targetkan tahun ini 5.000 ekor dan diharapkan bisa terealisasi semuanya,” kata dia, Sabtu (23/2/2019).

Program tersebut, lanjutnya, sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya melalui program asuransi usaha ternak sapi dan kerbau (AUTS), dengan sistem pendaftaran manual.

Tetapi pada 2019, sistem telah ditingkatkan lebih baik dan mudah melalui aplikasi sistem informasi asuransi pertanian (SIAP). Aplikasi itu memudahkan para peternak mendaftarkan ternak mereka melalui sistem digital.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perkebunan dan Peternakan bekerja sama dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo).

Dia menjelaskan, setiap peternak yang mengikuti program asuransi hanya membayar 0,4 persen dari harga hewan. Ia mencontohkan, misalnya harga ternak sapi Rp10 juta per ekor, maka peternak membayar iuran asuransi sebesar Rp40 ribu per tahun.

“Iurannya cukup murah,” kata dia.

Seharusnya, besaran iuran asuransi yang ditanggung peternak, lanjutnya, sebesar dua persen dari harga ternak. Hanya saja, pemerintah memberikan subsidi sekitar 80 persen sehingga peternak hanya membayar 0,4 persen saja.

Asuransi meliputi ternak mati karena terserang penyakit, kecelakaan, dan hilang karena dicuri oleh oknum masyarakat tak bertanggung jawab.

Pembayaran klaim ganti rugi dari pihak perusahaan asuransi disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Sitti menambahkan, Gubernur Sulteng Longki Djanggola menargetkan populasi ternak sapi di provinsi itu pada 2021 bisa menembus satu juta ekor. (Ant)

Lihat juga...