51 Personel TNI Ikuti Calfex Cobra Gold 2019 di Thailand

225

JAKARTA – Sebanyak 51 personel TNI mengikuti latihan Cobra Gold 2019, bersama 28 negara lainnya yang digelar di the 3rd Army Area Tactical Training Center, Shukotai-Thailand.

Personel TNI terdari dari 1 Perwira pada Senior Leadership Seminar (SLS), 33 Perwira pada Staff Exercise (Staffex), 2 Perwira pada Table Top Exercise Humanitarian Asistant and Disaster Relief (TTX HADR), 7 Peterjun dan 3 Sniper pada Calfex dan 5 Personel pada Engineering Civic Action Program (Encap).

Dalam rilis yang diterima Cendana News, Sabtu (23/2/2019), Kabidpeninter Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Agus  Cahyono, menjelaskan, bahwa latihan Cobra Gold 2019 diselenggarakan oleh Angkatan Bersenjata Thailand dan Amerika Serikat.

“Kegiatan itu merupakan latihan terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan peserta latihan dan pengamat lebih dari 4.500 personel dari Angkatan Darat, Laut dan Udara yang berlangsung pada Selasa-Jumat (12-22/2/2019),” katanya.

Ia menjelaskan, latihan Calfex dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama pembentukan daerah operasi meliputi penerjunan HALO untuk infiltrasi, sniper dan bantuan tembakan pendahuluan.

Tahap kedua, serangan oleh pasukan depan yang diperkuat kendaraan berlapis baja dan bantuan tembakan udara jarak dekat.

Tahap ketiga, bantuan tempur dengan serangan udara untuk perkuatan dan evakuasi korban tempur.

Ratusan alutsista militer yang digelar dalam latihan tersebut, unjuk kebolehan, antara lain Senjata Sniper Sig-Sauer 7,62 mm, Pesawat F-16, Meriam M198 dan M777, Mortir 120 dan 81 mm, Tank M41, Tank M1A1 Abrams, Rantis BTR-80 dan Rantis M1126 Stryker, Helikopter BlackHawk, Eurocopter EC-725, AS-550 dan sebagainya.

Latihan Cobra Gold kali ini, untuk pertama kalinya juga memainkan materi Operasi Cyber Gabungan untuk mengidentifikasi dan mempertahankan informasi penting dan sistem perang melawan serangan dunia maya.

Asops Panglima TNI Mayjen TNI, Ganip Warsito, S.E., M.M., pun meninjau langsung The Combined Arm Live Fire Exercise (Calfex) tersebut, pada Jumat (22/2/2019).

Di sela kegiatan, ia menyampaikan, bahwa latihan ini sangat bermanfaat bagi personel TNI yang terlibat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan internasional, guna menunjang pelaksanaan tugas ke depan.

Ia juga mengatakan, bahwa TNI setiap saat harus aktif terlibat dalam kegiatan militer yang bernilai strategis dalam kawasan, dalam rangka menunjukkan eksistensi, melaksanakan diplomasi militer, memperkuat kerja sama dan interoperability dengan militer negara lain.

Selanjutnya, Asops Panglima TNI  juga menyampaikan, bahwa lingkungan strategis di kawasan Asia-Pasifik penuh dinamika yang berdampak pada timbulnya benturan-benturan kepentingan antarnegara.

“Dengan keikutsertaan TNI dalam kegiatan berskala Internasional, akan berdampak positif bagi kesiapan TNI menghadapi militer di kawasan regional, dan mendukung diplomasi Indonesia di forum-forum internasional”, tambahnya.

Kehadiran Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito di Thailand atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Pornpipaat Benyasri, untuk menyaksikan secara langsung jalannya latihan bersama dengan para pejabat Angkatan Bersenjata, antara lain Korea Selatan, Singapura, Jepang, dan Malaysia. (Ist)

Baca Juga
Lihat juga...