AMAN Nusa Bunga Finalisasi Ranperda Masyarakat Adat Sikka

Editor: Mahadeva

216

MAUMERE – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman Nusa Bunga) mengagas susunan naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang Masyarakat Adat Sikka. Naskah akademik dari Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tersebut, Kamis (14/2/2019) dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD).

Pengurus AMAN Nusa Bunga Daun P.Tambo. Foto : Ebed de Rosary

“Untuk menghasilkan peraturan daerah ini pengurus besar Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Nusantara melalui pengurus wilayah membuat draft naskah akademik dan draft Ranperda,” ungkap Daud P.Tambo, pengurus AMAN Nusa Bunga, Kamis (14/2/2019).

Daud menyebut, penyusunan naskah akademik melibatkan Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) atau NGO lokal. Diantaranya, PBH Nusra dan Yayasan Bapikir, serta masyarakat adat Kabupaten Sikka. “Kami berinisiatif  membantu pemerintah daerah setempat untuk membuat draf naskah akademik dan draf rancangan peraturan daerah. Kami telah melakukan dengan pendapat bersama DPRD, Bappeda serta Bupati dan Wakil Bupati Sikka,” terangnya.

Kegiatan FGD, lebih pada upaya untuk finalisasi penulisan naskah akademik draf ranperda. “Untuk mendapatkan masukan dari publik, maka kami melakukan kegiatan dialog publik, mengenai draf naskah akademik dan draf rancangan peraturan daerah masyarakat adat di Kabupaten Sikka,” tambahnya.

Antonius Yohanes Balla, dari yayasan Bapikir menambahkan, tujuan dari dialog publik tersebut untuk memperkaya materi dan substansi dari draf naskah akademik dan draf Ranperda masyarakat adat di Kabupaten Sikka. “Kami ingin melibatkan partisipasi masyarakat dalam penyusunan draf naskah akademik dan draf rancangan peraturan daerah masyarakat adat di kabupaten Sikka, kami berharap masukan dari publik,“ jelasnya.

Dengan dialog publik, masyarakat bisa mengetahui bahwa masyarakat adat Kabupaten Sikka sedang mendorong pemerintah daerah untuk membuat Perda Masyarakat Adat.

Sius Nadus, Pengurus AMAN Wilayah Flores bagian timur, mengapresiasi hadirnya Ranperda, yang dikatakannya sudah lama menjadi perjuangan AMAN. Dirinya berharap, Perda ini bisa menjadikan masyarakat adat mendapat pengakuan. “Saya berharap hadirnya Perda hak masyarakat adat dilindungi. Selain itu pengurus atau lembaga masyarakat adat juga harus ditata lebih baik sehingga bisa mendapatkan pengakuan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...