Anies Lepas Atlet Futsal Disabilitas Rungu ke Bangkok

Editor: Satmoko Budi Santoso

195

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melepas kontingen atlet futsal Disabilitas Rungu Indonesia yang akan berlaga dalam ajang Asia Pacific Deaf Futsal Championship ke-3 di Bangkok, Thailand.

Anies meminta ke seluruh atlet yang bertanding mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Apalagi kompetisi itu telah membuat Indonesia dikenal di dunia.

“Karena itu bekerja di medan pertandingan sepenuh hati all out, jangan tanggung-tanggung. Kalau pertandingan ngotot itu boleh, kerja keras boleh, karena yang adik-adik bawa nama baik Indonesia,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

Dia mengaku, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh dan memfasilitasi kegiatan tersebut, berupa Dana Harian senilai Rp 401 juta serta para pelatih profesional.

“Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh kegiatan ini. Kita memfasilitasi lewat Dispora, dan berharap kehadiran mereka menjadi kontribusi Indonesia di dalam kancah global,” paparnya.

Anies berharap, para atlet futsal disabilitas rungu ini mampu menampilkan skill dan prestasi yang membanggakan. Sehingga, dapat menjadi yang terbaik untuk membawa nama baik dan citra Indonesia di kancah dunia.

Lanjutnya, para atlet berangkat penuh semangat dan pulang membawa kebanggaan untuk Indonesia.

“Bawa nama baik itu setinggi-tingginya, dan tuntaskan ini sebagai sarana Anda untuk membawa nama baik Indonesia. Ketika sudah masuk di medan pertandingan, ingat di dada ada garuda,” tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengapresiasi para pelatih yang sudah mendampingi para atlet. Dia berharap agar kemampuan para atlet bisa dimaksimalkan khususnya pada saat kompetisi.

“Kepada para pendamping, pelatih, manajer titip dibimbing mereka sebaik-baiknya. Saya percaya ini akan menjadi pengalaman yang tak ternilai bagi atlet. Dampaknya seumur hidup,” pungkas Anies.

Orang nomor satu Ibu Kota Jakarta itu mengatakan, kontingen atlet futsal disabilitas rungu Indonesia ini bukan sekadar hadir untuk memenangkan pertandingan. Melainkan untuk membangun persahabatan yang merupakan bagian dari usaha menciptakan perdamaian dunia.

Salah satu upaya untuk membangun perdamaian dunia ini, kata Anies, adalah lewat interaksi antarwarga dunia, antara lain dengan mengikuti ajang kejuaraan olahraga internasional.

“Pesan saya nanti selama di sana bangun pertemanan, persahabatan dengan atlet-atlet dari berbagai negara. Indonesia memang harus sering hadir kalau ada event apa pun di gelanggang olah raga internasional. Apalagi seperti ini yang menunjukkan bahwa kita peduli kepada saudara kita yang menyandang disabilitas. Kita komit untuk mendukung mereka termasuk pengembangan di depan. Kepada para pendamping, pelatih, manajer, official (Perhimpunan Olahraga Disabilitas Rungu Indonesia-Porturin Pusat) titip dibimbing mereka dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Ratiyono menjelaskan, bahwa ajang tersebut selalu diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

“Ajang ini merupakan pertandingan olahraga futsal internasional bagi para penyandang disabilitas yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali,” ujar Ratiyono.

Ratiyono juga mengatakan, sebagian besar dari Kontingen Futsal Disabilitas Rungu Indonesia ini adalah mereka yang sudah biasa menjadi atlet-atlet futsal disabilitas rungu, sudah terlatih, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ada dari Jepara, Padang, Banten, Bandung dan 14 atlet Putra-Putri dari Jakarta. Tahun sebelumnya kita menang waktu itu dapat peringkat dua. Sekarang peringkat satu Insyaallah,” tandasnya.

Pertarungan Asia Pacific Deaf Futsal Championship ke-3 itu, Indonesia mengirimkan Kontingen 14 Atlet Putra dan 12 Atlet Putri. Dispora Provinsi DKI Jakarta memiliki komitmen bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam mendukung penuh dan memfasilitas kegiatan ini.

“Jadi, ini kegiatan nasional, dari Kemenpora RI support untuk tiket senilai 150 juta rupiah dan dari Pemprov DKI Jakarta kita bantu uang dana harian senilai 401 juta rupiah. Selama ini juga sudah kita fasilitasi, dengan semangat dari anak-anak Porturin yang dilatih, oleh beberapa pelatih profesional, dan targetnya juara. Semoga kita bisa menunjukkan prestasi dari disabilitas khususnya untuk disabilitas rungu,” terang Ratiyono.

Diketahui, pertandingan ini berlangsung mulai 15-24 Februari 2019 diikuti 34 negara anggota Asia Pasific Deaf Sports Confederation (APDSC) dari kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga
Lihat juga...