Anjungan Bengkulu TMII Terus Berinovasi 

Editor: Koko Triarko

245

JAKARTA – Anjungan Bengkulu Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berinovasi. Berbagai kesenian daerah kerap digelar dengan kreasi dan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. 

“Kita terus berinovasi menampilkan kreasi seni budaya Bengkulu yang sarat edukasi untuk masyarakat,” kata Kepala Koordinator Seni Budaya Anjungan Bengkulu TMII, Ali Pasha, kepada Cendana News, Rabu (27/2/2019).

Inovasi itu terbingkai dalam program 2019 Provinsi Bengkulu. Pada 2018, jelas dia, telah diluncurkan Calender of Events (CoE) Pariwisata Bengkulu.

Menurutnya, CoE Pariwisata Bengkulu ini 2018 merupakan upaya mempromosikan potensi pariwisata, dan menarik wisatawan datang ke Bengkulu. Pada 2019, kalender tersebut menjadi program  prioritas Visit 2020 Wonderfull Bengkulu.

Rumah Rakyat Rejang Lebong di Anjungan Provinsi Bengkulu TMII, tempat Ir. Soekarno tinggal di masa pembuangannya di Bengkulu. -Fofo: Sri Sugiarti

Ada pun ragam kesenian yang ditampilkan untuk menjaring wisatawan adalah Festival Tabot, Festival Pesisir Pasir Panjang, dan Festival Bumi Raflesia.

Ali menegaskan, pihaknya terus berusaha mempromosikan pariwisata termasuk seni budaya Bengkulu, baik di tingkat nasional maupun mancanegara.

Untuk di TMII, ada dua momen besar dalam mepromosikan seni budaya Bengkulu. Yakni, saat HUT TMII pada April mendatang, dan November pada acara Bengkulu Betaboer Festival 2019.

“Program 2019, di samping kita dorong lagi kegiatan yang sudah ada, pada April HUT TMII, kita melibatkan potensi daerah, termasuk kabupaten kota untuk tampil. November ada pasar Betaboer rangkaian HUT ke-51 Bengkulu,” ujarnya.

Bengkulu Betaboer Festival setiap tahun digelar di Anjungan Bengkulu. Acara ini menampilkan semua potensi kabupaten kota dalam balutan kesenian dan pameran produk unggulan daerah.

Pada awal Maret mendatang, jelas dia, gelaran Rafflesia Art Performance, yaitu musik dol dan pentas tari khas Bengkulu bisa dinikmati pengunjung. Selain itu, ada pameran batik Besurek dan bazar kuliner khas Bengkulu.

“Insyaallah tanggal 9-10 Maret 2019, Rafflesia Art Performance. Gelaran ini untuk memperkenalkan seni budaya Bengkulu pada pengunjung,” ujarnya.

Kepala Koordinator Seni Budaya Anjungan Bengkulu TMII, Ali Pasha. -Foto: Sri Sugiarti

Hal ini dilakukan, karena anjungan Bengkulu merupakan show window budaya daerah, sehingga harus fokus mengembangkan kesenian dengan inovasi dan kreasi. Dengan harapan untuk membangkitkan generasi milenial lebih mencintai budaya daerahnya, khususnya Bengkulu.

“Potensi seni ini sangat luar biasa. Dari 10 kabupaten kota, hanya beberapa yang kita ekpos. Harapannya ke depan akan ekpos semua, termasuk kearifan lokal dari kabupaten kota melalui Anjungan Bengkulu, sebagai pintu gerbangnya,” pungkas Ali.

Baca Juga
Lihat juga...