Aplikasi ‘Augmented Reality’ Ciptakan Cara Baca Interaktif

Editor: Makmun Hidayat

291

JAKARTA — Perkembangan teknologi tidak membuat para “kutu buku” kehilangan momen untuk terus berkutat dengan hobi mereka membaca buku. Bahkan teknologi makin membuat para pecinta buku mempunyai cara untuk menularkannya pada anak-anak mereka, yang bahkan belum bisa membaca.

Berdasarkan data UNESCO persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,0 1 persen. Artinya dari 10. 000 anak bangsa hanya satu orang yang suka membaca. Dilihat dari sisi jumlah buku, satu buku dibaca 15. 000 orang, padahal seharusnya menurut UNESCO satu buku hanya dibaca untuk 2 orang.


Tampilan aplikasi Augmented Reality – Foto: Ranny Supusepa

Untuk menyikapi kondisi ini, munculah teknologi Augmented Reality yang mampu menggabungkan kesukaan membaca dengan teknologi, lalu menularkanya pada anak-anak dari umur yang lebih muda. Tepatnya dari sejak mereka belum mengenal huruf.

Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi, mengatakan penggabungan teknologi dengan buku diangkat oleh salah satu penerbit yang bekerjasama dengan aplikasi.

“Dengan melibatkan teknologi Augmented Reality dalam proses menularkan rasa suka membaca pada orang dewasa kepada anak-anaknya, menunjukkan hasil yang signifikan. Anak-anak akan terbiasa dengan buku dan bisa belajar dengan cara yang lebih efektif,” kata Uli dalam salah satu acara di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

Uli menyatakan saat ini sudah ada 13 judul buku yang bisa diakses dengan teknologi Augmented Reality dan membuat membaca bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan lainnya. Dari 13 judul buku, dua diantaranya menurut Uli, sudah berbahasa Indonesia.

“Penggunaan aplikasi ini tidak susah sama sekali, orangtua hanya perlu membantu dalam proses mengunduh aplikasi, lalu anak bisa menggunakannya untuk belajar sendiri sekaligus melakukan aktivitas seperti mewarnai menemukan objek tersembunyi dan belajar mengenai musik,” kata Uli.

13 judul buku yang sudah bisa dibaca menggunakan teknologi Augmented Reality – Foto: Ranny Supusepa

Teknologi Augmented Reality ini akan membantu anak untuk beraktivitas tentang warna, angka, huruf dan belajar mengikuti alur cerita.

“Yang terpenting adalah anak akan belajar mengenai pengucapan kata berdasarkan suara dari aplikasi bersamaan melihat huruf warna bentuk dan angka yang ditampilkan di buku,” ujarnya.

Cheryl (5) yang diminta untuk memperagakan cara penggunaan aplikasi Augmented Reality pada buku yang berjudul Red Riding Hood, terlihat tidak mengalami kesulitan saat menyorotkan layar kameranya pada logo yang ada di buku.

“Bagus gambarnya bisa gerak-gerak, ada suaranya juga,” kata Cheryl saat ditanyakan pendapatnya.

Lihat juga...