hut

Apsau Malut Sepakat Naikan Harga Daging Sapi

Ilustrasi

TERNATE — Para pedagang daging sapi di Ternate yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Sapi dan Kerbau (Apsau) Maluku Utara sepakat menaikan harga standar daging dari Rp110.000 menjadi Rp120.000 per kilogram.

“Harga standar daging sapi di Ternate di luar menjelang hari besar keagamaan adalah Rp110.000 per kilogram, tetapi mulai akhir Januari 2019 dinaikan menjadi Rp120.000 per kilogram,” kata Ketua Apsau Maluku Utara, Ibrahim di Ternate, Maluku Utara, Rabu (6/2/2019).

Naiknya harga standar daging sapi itu akibat Kenaikan harga sapi di tingkat peternak, yang biasanya hanya Rp8 juta kini menjadi di atas Rp9 juta-an per ekor.

Menurut dia, naiknya harga sapi di tingkat peternak dipicu adanya pedagang sapi dari Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang turun langsung membeli sapi di tingkat peternak dengan harga lebih tinggi untuk dikirim ke daerah mereka.

Para pedagang sapi di Ternate terpaksa harus mengikuti harga pembelian sapi dari para pedagang sapi dari luar Maluku Utara tersebut, karena kalau menawar dengan harga standar selama ini tidak akan mendapatkan sapi.

Untuk itu, Ibrahim mengharapkan pengertian dari masyarakat atas kenaikan harga daging sapi di Ternate karena kalau harga tidak dinaikkan, maka pedagang sapi akan mengalami kerugian.

Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara juga diharapkan untuk mengendalikan pengiriman sapi dari provinsi itu ke provinsi lain untuk menjamin ketersediaan daging sapi di daerah ini, terutama saat hari besar keagamaan.

“Beberapa hari lalu di Ternate, daging sapi di Maluku Utara sempat kosong di pasaran karena para pedagang tidak mendapatkan sapi untuk dipotong, dan ini akan selalu terjadi kalau pengiriman sapi keluar daerah tidak dibatasi,” katanya.

Pemprov Maluku Utara selama ini mengizinkan pengiriman sapi keluar provinsi itu karena di daerah ini tersedia sapi untuk produksi sekitar 10.000 ekor per tahun, sementara untuk kebutuhan lokal hanya sekitar 5.000 ekor per tahun. [Ant]

Lihat juga...