Atasi Guru tak Disiplin, Jabatan Kadis PKO Sikka Diisi

Editor: Makmun Hidayat

363
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. - Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE — Jabatan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka yang lowong sejak tahun 2018 akibat meninggalnya kepala dinas membuat roda pemerintahan di dinas tersebut berjalan tidak maksimal.

“Penunjukan Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran hanya dilakukan untuk sementara waktu menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas. Kita butuh orang yang bisa melakukan penataan organisasi,” ungkap Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Senin (4/2/2019).

Dikatakan Robi sapaannya, penataan dilakukan untuk sementara waktu saja sebab banyak guru yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugasnya. Jadi dibutuhkan seorang pemimpin yang tegas untuk melakukan pembenahan.

“Sekretaris dinas tetap kembali ke posisi semula hingga pembenahan selesai dilakukan dan ada pejabat definitif. Bulan Maret baru kami mempunyai kewenangan melakukan mutasi pejabat di lingkup pemerintah Kabupaten Sikka,” terangnya.

Dalam beberapa hari ke depan tambah Robi, pihaknya akan melantik beberapa pejabat untuk mengisi lowongan pejabat yang diberhentikan karena kasus korupsi dan meninggal dunia.

“Surat pengajuan yang kami sampaikan sudah disetujui pemerintah pusat sehingga dalam waktu dekat kami sudah bisa melakukan mutasi jabatan untuk mengisi berbagai jabatan yang lowong,” jelasnya.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, SH membenarkan penunjukan dirinya sebagai pelaksana tugas kepala dinas PKO Sikka.

“Saya telah mendatangi kantor dinas PKO dan melakukan rapat bersama staf. Saya menyampaikan tugas yang diberikan bupati kepada saya untuk melakukan berbagai pembenahan,” sebutnya.

Veronika Nona, salah seorang warga kota Maumere menyebutkan, selama ini ada beberapa guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memang bermasalah dan jarang masuk kerja tetapi tidak ditindak.

“Ada beberapa guru yang berstatus ASN yang jarang masuk mengajar tetapi tidak mendapat sanksi. Masyarakat bahkan orangtua siswa sudah mengadukan hal ini ke dinas namun belum ada tindak lanjut,” sebutnya.

Vero sapaannya berharap agar Bupati Sikka yang baru menjabat 5 bulan ini bisa mengambil langkah tegas, bukan saja kepada ASN di dinas PKO saja tetapi semua ASN. Disiplin ASN saat ini, sebutnya, sangat rendah sekali dan banyak yang jarang masuk kerja tepat waktu.

“Kalau ingin kinerja birokrasi bagus maka bupati harus tegas dan menindak ASN yang tidak menjalankan tugas dna kewajibannya dengan baik dan benar. Harus ada penilaian kinerja ASN dan diberikan sanksi bagi yang melanggar aturan agar ada efek jera,” tuturnya.

Saat jam kerja saja, kata Vero, banyak ASN yang berkeliaran di pasar bahkan antar jemput anak sekolah. Perlu ditata lagi organisasi di birokrat dan ditempatkan orang-orang yang sesuai dengan disiplin ilmunya.

Lihat juga...