Atasi Kelangkaan, Pemkab Sikka Gelar Operasi Pasar Minyak Tanah

Editor: Satmoko Budi Santoso

337

MAUMERE – Kelangkaan minyak tanah yang terjadi beberapa minggu belakangan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka berinisiatif melakukan Operasi Pasar (OP). Tujuannya agar minyak tanah bisa tersedia di masyarakat dengan harga yang sesuai.

“Pemkab Sikka menggelar operasi pasar (OP) BBM khusus minyak tanah. Guna membantu masyarakat yang sedang membutuhkan minyak tanah untuk keperluan sehari-hari,” sebut Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka, Drs. Bajo Carolus Boromeus da Cunha, Selasa (19/2/2019).

Dikatakan Sirilus, sapaannya, operasi pasar hari ini, Selasa (19/2/2019) di pasar Alok kota Maumere merupakan kegiatan yang keempat kalinya. Selama 4 hari berturut-turut Pemda Sikka menggelar operasi pasar khusus minyak tanah,” tuturnya.

Drs.  Bajo Carolus Boromeus da Cunha,  Bagian Ekonomi Setda Sikka (baju kuning) bersama staf dan Kapolsek saat operasi pasar minyak tanah. Foto: Ebed de Rosary

Titik pertama jelas Sirilus, diadakan di pasar Waigete kecamatan Waigete pada Kamis (14/2/2019), titik kedua di pasar Wairkoja kecamatan Kewapante, Jumat (15/2/2019). Sementara itu titik ketiga dilaksanakan di pasar Lekebai kevcamatan Mego pada Sabtu (16/2/2019).

“Minyak tanah tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga. Sementara untuk kebutuhan yang lebih banyak kami layani setelah kebutuhan warga terlayani,” katanya.

Harga Minyak tanah dalam operasi pasar tersebut tandas Sirilus, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp.4 ribu per liter. Dalam operasi pasar ini pihaknya berkoordinasi dan bekerjasama dengan PT Pertamina Maumere dan dua agen minyak tanah yakni PT. Rovinjaya dan PT. Bolawolon.

“Selanjutnya, selama operasi pasar berlangsung kami juga melibatkan Tim BBM, TPID kabupaten Sikka, para Camat, dan para aparat keamanan dari Polsek dan Koramil setempat, serta aparat Polisi Pamong Praja,” paparnya.

Selain Operasi Pasar BBB minyak tanah sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Sikka juga telah mengambil langkah taktis untuk jangka panjang. Ini penting agar ketersedian minyak tanah di masyarakat memadai.

“Untuk jangka panjangnya, Pemkab Sikka telah berkoordinadi dengan PT. Pertamina untuk selalu menyediakan stok BBM jenis minyak tanah yang cukup bagi kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Masyarakat pun sejak awal terlihat mengantre di lokasi operasi pasar sambil membawa jeriken ukuran 5 liter. Masyarakat mengaku senang dan berpesan agar ketersediaan BBM selalu tetap diperhatikan.

“Kami senang, bisa dapat minyak tanah, apalagi dengan harga sesuai HET. Biasanya di kios-kios dijual 4.500 rupiah. Kami harap ke depan tidak ada lagi kesulitan memperoleh minyak tanah ini,” ujar Vero, salah satu pembeli yang dimintai pendapatnya.

Lihat juga...