hut

Awan Panas Karangetang Mengarah ke Kali Malebuhe

Ilustrasi [Px]

MANADO — Awan panas guguran maupun aliran lava Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengarah ke Kali Malebuhe, kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho.

“Bisa juga berpotensi berubah atau bertambah arah ke Kali Batukore dan Kali Batuare (sebelah barat Kali Malebuhe) dan Kali Saboang (sebelah timur Kali Malebuhe),” kata Sutopo mengutip laporan evaluasi dan potensi bahaya Gunung Karangetang yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM di Manado, Selasa (12/2/2019).

Dalam laporan yang dibagikan dalam grup percakapan Medkom Bencana-2 disebutkan sejumlah kali lainnya yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran material vulkanik dari kawah dua seperti Niambangeng, Sumpihi, Kiawang, Kinal dan Kawahang. Saat ini, aliran lava dan guguran sering terjadi dengan jarak luncur mencapai satu kilometer ke arah Kali Sumpihi, dua kilometer menuju Kali Batuare dan sejauh 2,8 kilometer ke Kali Melebuhe, selain itu lontaran material vulkanik lebih kurang satu kilometer ke segala arah.

Saat ini, lanjut Sutopo, PVMBG mengajak pengunjung/wisatawan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona perkiraan bahaya yang meliputi radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (utara) dan kawah utama (selatan).

Sementara area perluasan sektoral dari puncak ke arah barat-barat laut sejauh tiga kilometer dan ke arah barat laut-utara sejauh empat kilometer. PVMBG juga merekomendasikan masyarakat di sekitar G. Karangetang yang berada di area barat laut-utara dari kawah dua, di antaranya Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng dan Kampung Beba dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak yang berada di Pulau Siau itu meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

“Masyarakat dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” katanya. [Ant]

Lihat juga...