Bali Didorong Kembangkan Industri Kreatif Berbasis Teknologi

Editor: Mahadeva

175

DENPASAR – Kehadiran startup lokal dan industri kreatif dapat mendorong UMKM di Bali lebih berdaya saing. Oleh karenanya, Gubernur Bali, Wayan Koster, berencana menggelar pelatihan inkubator bisnis, dengan menyasar anak-anak muda.

Kegiatan akan mulai diprogramkan di 2020, bekerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Bali. “Memfasilitasi dari segi teknologi, sarana prasarananya, mulai dari wifi gratis di seluruh desa adat, puskesmas, destinasi wisata dan SMA/SMK se-Bali,” kata Koster, di sela-sela peringatan Hari Teknologi Nasional 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Kamis (21/2/2019).

Pemprov Bali, saat ini sedang memetakan potensi desa di daerahnya. Harapannya, pengembangan industri kreatif bisa menyesuaikan dengan kondisi desa tersebut. Strategi tersebut diharapkan, dapat membantu menumbuhkan UMKM di Bali.

Saat ini, pelaksanaan Pergub 79/2018, tentang penggunaan busana adat Bali, dan Pergub 97/2018, tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, telah berpengaruh terhadap UMKM dan industri kreatif di Bali.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengatakan, Bali perlu mendorong potensi yang dimiliki di bidang pariwisata, seni, dan budaya. Terutama dengan mengembangkan industri kreatif berbasis teknologi. Kemenristekdikti, sejak 2015 lalu, sampai saat ini telah membantu 1.200 startup di Indonesia.

Salah satu cara yang dilakukan untuk mendorong inovasi, startup-startup tersebut, didanai oleh kementerian meski besarannya bervariasi. “Saya mendorong Bali bisa lakukan ini. Kami coba akan bekerjasama dengan Provinsi Bali untuk startup-startup yang ada di Bali,” pungkas Nasir.

Baca Juga
Lihat juga...