Bantuan Bumbu Dapur Dukung Kebutuhan Makanan Relawan Desa Kunjir

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Masa pemulihan (recovery) pascatsunami Selat Sunda di wilayah desa Kunjir, kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) terus berjalan.

Sejumlah masyarakat yang memiliki rumah rusak akibat tsunami pada Sabtu (22/12/2018) mulai melakukan perbaikan secara swadaya.

Proses rehabilitasi musala yang rusak juga terus dilakukan di desa Kunjir pada musala Nurul Iman. Sebagai bentuk dukungan, relawan peduli kemanusiaan komunitas Inazuma Owner Network (ION) Banten menyalurkan bantuan di lokasi bencana.

Sugiharto, salah satu perwakilan komunitas ION Banten menyebut, datang ke desa Kunjir untuk kembali menyerahkan bantuan.

Ia menyebut, salah satu bentuk bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, alat masak termasuk sejumlah bumbu dapur.

Bumbu dapur untuk memasak makanan tradisional diserahkan kepada dapur umum di desa Kunjir. Bumbu dapur tersebut di antaranya kemiri, cabai merah, kemiri, bawang merah, bawang putih, garam, penyedap rasa serta bumbu dapur lainnya.

Sugiharto personel Inazuma Owner Network saat mendatangi Lampung Selatan untuk mengirimkan bantuan bagi korban tsunami – Foto: Henk Widi

“Kedatangan komunitas ION memberikan bantuan kepada korban bencana tsunami sudah ketiga kalinya dilakukan di wilayah provinsi Banten dan Lampung. Kedatangan ketiga kami menyesuaikan kebutuhan yang saat ini diperlukan untuk dapur umum,” terang Sugiharto, salah satu perwakilan relawan komunitas ION Banten saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (2/2/2019).

Sugiharto menyebut, bantuan bumbu dapur  menjadi sebuah permintaan menyesuaikan kebutuhan warga Kunjir. Sebab diakuinya sejumlah kebutuhan pokok serta pakaian sebelumnya sudah diterima oleh warga pada masa tanggap darurat pertama hingga kedua.

Pada tahap recovery  sejumlah wanita menjadi juru masak pada dapur umum, bantuan sejumlah bumbu dapur sangat diperlukan. Dapur umum tersebut bahkan masih beroperasi melayani kebutuhan makanan bagi pekerja, relawan yang melakukan perbaikan tempat ibadah musala.

Bentuk dukungan bantuan bumbu dapur untuk kuliner disebut Sugiharto agar menu makanan yang disajikan bervariasi.

Ia menyebut, sejumlah bumbu dapur tersebut merupakan hasil donasi dari para donatur berupa uang yang dibelanjakan di pasar tradisional. Bumbu dapur menjadi salah satu bentuk bantuan setelah sebelumnya relawan ION Banten juga memberikan alat dapur, pakaian, gula, minyak, kompor beserta tabung gas di dusun Minang Rua, desa Kelawi.

“Bantuan kemanusiaan bagi warga juga sekaligus kami berikan dukungan untuk relawan yang masih bertahan membantu warga pada masa recovery,” papar Sugiharto.

Yuke, salah satu wanita yang masih menjadi relawan di dapur umum mengaku terbantu dengan adanya bantuan bumbu dapur.

Yuke, salah satu ibu yang setiap hari menyediakan makanan di dapur umum bagi relawan perbaikan musala Nurul Iman – Foto: Henk Widi

Ia mengaku, selama ini bantuan berupa bahan pokok di antaranya beras dan mi instan masih tercukupi. Bantuan dari komunitas ION Banten sebelumnya telah dikomunikasikan sehingga tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan terkini.

Pada masa pemulihan sejumlah relawan diakui Yuke bekerja memperbaiki musala untuk tempat ibadah warga.

“Sebagian para relawan wanita yang ada di dapur umum juga memikirkan kebutuhan makanan agar lebih bervariasi, termasuk bumbu dapur dari bahan yang segar dan tradisional,” beber Yuke.

Yuke menyebut, dalam sehari ia menyiapkan porsi makan untuk puluhan pekerja yang masih memperbaiki musala Nurul Iman. Selain warga, musala Nurul Iman juga diperbaiki oleh personel Kodim 0421 Lampung Selatan, relawan dari Front Pembela Islam (FPI) serta sejumlah relawan lain.

Bantuan bumbu dapur dari ION Banten diakuinya bisa menjadi variasi menu. Selama ini menu yang disiapkan berupa nasi, lauk ikan asin serta sayur asem. Dapur umum disebut Yuke masih dioperasikan oleh wanita di sekitar musala dan akan berakhir hingga musala selesai dibangun kembali.

Lihat juga...