Banyak Pemasangan APK di Banda Aceh Langgar Aturan

197
Ilustrasi - Dok CDN

BANDA ACEH — Ketua Panwaslih Kota Banda Aceh, Afrida menyatakan, tidak sedikit peserta pemilu 2019 melanggar aturan seperti pemasangan alat peraga kampanye atau APK di pohon tepi jalan serta taman-taman kota.

“Penyelenggara pemilu sudah menyosialisasikan lokasi pemasangan APK, namun di lapangan masih berbanding terbalik dan masih sangat banyak pelanggaran pemasangan APK,” katanya di Banda Aceh, Selasa (12/2/2019).

Pelanggaran pemasangan APK, menurut dia pengetahuan partai politik dan calon legislatif tentang pemilu masih sangat minim. Pemasangan APK merujuk pada PKPU Nomor 28 Tahun 2018 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

“Pemasangan APK berbanding terbalik dengan aturan yang ada dan kami terus melakukan pengawasan serta memastikan pemilu berlangsung sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan,” ujar dia.

Sejak dimulainya kampanye hingga sekarang sudah lebih 10 kali pihaknga melakukan penertiban APK yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku, tambah Afrida. Perwakilan DLHK Kota Banda Aceh, Yusrida Arnita mengusulkan, pembuatan APK menggunakan bahan yang mudah didaur ulang agar produksi sampah tidak meningkat.

“Saya berharap, pemilu di Aceh dan Indonesia secara umum pro terhadap lingkungan dan tidak memaku APK pada pohon. Pohon itu mudah roboh jika di paku,” kata Yusrida.

Rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke pada 17 April 2019 akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPD RI, DPR RI, dan DPRD provinsi, serta DPRD/DPRK kabuputen/kota. [Ant]

Lihat juga...