Bawaslu Karimun Kekurangan Pengawas TPS untuk Pemilu 2019

154
Bawaslu RI, ilustrasi -Dok: CDN

KARIMUN — Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menyebutkan baru 420 orang mendaftar sebagai Pengawas TPS untuk Pemilu 17 April 2019, padahal jumlah yang dibutuhkan mencapai 780 orang.

“Baru 420 orang yang mendaftar, mereka mendaftar di 10 dari 12 kecamatan,” kata Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Karimun, Tiuridah Silitonga, di Tanjung Balai Karimun, Rabu (13//2/2019).

Tiuridah mengatakan, masih ada waktu sampai 21 Februari 2019 bagi warga yang ingin mendaftar sebagai Pengawas TPS (PTPS).

Jumlah PTPS yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah TPS yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Karimun, yaitu 780 TPS. “Jadi, setiap TPS ada satu pengawas,” kata dia.

PTPS, kata dia, berstatus tenaga honor yang akan bekerja selama satu bulan dan mendapatkan honor dari Bawaslu pusat.

PTPS, jelas dia, akan bertugas mengawasi logistik, mulai dari pendistribusian dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga TPS yang dimulai pada H-23 hingga H+7 pemungutan suara.

“Dan terpenting, PTPS bertugas mengawasi pelaksanaan pemungutan suara hingga penghitungan surat suara.

Persyaratan mendaftar sebagai PTPS, menurut dia, tidak rumit, yaitu hanya melampirkan ijazah minimal tamatan SMA sederajat dan usia minimal 25 tahun namun diutamakan yang sudah berpengalaman dalam bidang pemilu.

“Kalau kuota yang dibutuhkan belum cukup, maka masa pendaftaran kemungkinan akan kita perpanjang,” katanya.

Sementara itu, terkait 420 orang yang telah mendaftar, Tiuridah mengatakan mereka berasal dari Kecamatan Belat sebanyak 10 orang dari kebutuhan sebanyak 25 orang, Kecamatan Buru sebanyak 20 orang dari kebutuhan sebanyak 34 orang, Karimun sebanyak 58 orang dari kebutuhan 151 orang.

Kemudian untuk Kecamatan Kundur sebanyak 44 dari kebutuhan sebanyak 99 orang, Kundur Utara 40 orang dari kebutuhan 43 orang, Meral 22 orang dari kebutuhan 130 orang, Meral Barat sebanyak 59 orang, berlebih dari kebutuhan sebanyak 42 orang.

Selanjutnya, Kecamatan Moro 66 orang dan sudah memenuhi kebutuhan, Tebing sebanyak 84 orang dari kebutuhan 85 orang, dan Kecamatan Ungar sebanyak 17 orang dari kebutuhan sebanyak 19 orang.

“Sedangkan untuk Kecamatan Durai dan Kundur Barat masih kosong, belum ada yang mendaftar. Tapi kita optimistis akan terpenuhi,” kata dia.

Dia mengatakan kuota setiap kecamatan rata-rata sudah terpenuhi sebesar 50 persen, kecuali Durai dan Kundur Barat yang masih kosong. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...