BAZNAS Dakwah Zakat Lewat Turnamen Futsal

Editor: Koko Triarko

224
Anggota BAZNAS, Irsyadul Halim. -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) menggelar turnamen futsal dalam rangka meningkatkan sinergi serta mengoptimalkan koordinasi dan mendorong semangat kebangkitan zakat. 

Anggota BAZNAS, Irsyadul Halim, mengatakan, turnamen ini bisa memacu sportivias dan belomba-lomba dalam kebaikan. BAZNAS mengimplementasikan hadis Nabi Muhammad SAW, yang menganjurkan umatnya untuk berolahraga, seperti memanah, berenang dan berkuda.

“Mari kita memacu sportivitas dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Untuk menggelorakan spirit kebangkitan zakat, kita mengoptimal dakwah zakat lewat olah raga melalui turnamen ini,” kata Irsyadul, saat pembukaan Turnamen Futsal BAZNAS dan LAZ di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Menurutnya, komposisi LAZ dalam laga ini, sama dengan kerja sama penyaluran zakat BAZNAS yang ditandatangani di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu. Yakni, LAZ ormas yang turut diramaikan LAZ nasional lainnya.

“Dukungan ormas-ormas besar dalam pendistribusian zakat BAZNAS akan membantu penyaluran yang transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat,” tandasnya.

Disampaikan dia, pendistribusian melalui LAZ akan menyasar bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada asnaf zakat, dan dipertanggungjawabkan.

BAZNAS juga akan mendorong capacity building LAZ dalam mendistribusikan zakat.

BAZNAS menerapkan pengawasan rangkap dalam pendistribusian berupa monitor dan evaluasi oleh tim independen, audit internal, audit kantor akuntan publik (KAP), audit syariah.

BAZNAS juga menerapkan manajemen ISO untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan syariat zakat yang berupa Fatwa MUI, pandangan syariah anggota bidang syariah BAZNAS dan perundang-undangan yang berlaku.

“Sehingga tidak menyimpang dari asnaf zakat yang telah jelas aturannya,” tukasnya.

Menurutnya, sebagaimana amanat pasal 5 ayat 1 UU Zakat Nomor 23 Tahun 2011, yakni untuk melaksanakan pengelolaan zakat, pemerintah membentuk BAZNAS.

Kemudian, pasal 6 UU Pengelolaan Zakat menegaskan, BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional.

Dalam pasal 17, disebutkan, untuk membantu BAZNAS dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ.

“Penguatan pemberdayaan dibarengi dengan penguatan dakwah, akan mendorong keberkahan dan kemakmuran Indonesia,” tegasnya.

Turnamen futsal BAZNAS-LAZ dalam rangka HUT ke-18 BAZNAS, memperebutkan piala bergilir Ketua BAZNAS. Acara digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (23-24/2/2019).

Peserta diikuti 14 klub futsal yang terdiri atas dua2 dari BAZNAS dan 12 dari LAZ nasional. Masing-masing hanya mengirimkan satu tim. Klub-klub tersebut berasal dari Lazis Muhammadiyah, Lazis Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Lazis Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Dompet Dhuafa (DD), Rumah Zakat (RZ), Yatim Mandiri, IZI, Global Zakat ACT dan LAZ YAKESMA.

“Semoga kita semakin memantapkan langkah dan bergandengan tangan dalam melayani masyarakat Indonesia, termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk menuaikan zakat,” tegas Irsyad.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua BAZNAS,  Zainulbahar Noor, Direktur Utama, M. Arifin Purwakananta, Sekretaris BAZNAS, Jaja Jaelani,  Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Nasir Tajang.

Baca Juga
Lihat juga...