hut

Belasan Bangunan Cagar Budaya Pekalongan Beralih Fungsi

Gedung BI Padang, yang merupakan bangunan Cagar Budaya - Dokumentasi CDN

PEKALONGAN – Belasan bangunan cagar budaya di Kota Pekalongan, Jawa Tengah telah beralih fungsi. Catatan dari Pekalongan Heritage Community, bangunan cagar budaya tersebut telah menjadi tempat usaha.

Pegiat sejarah Pekalongan Heritage Community, Mohammad Dirhamsyah, menyatakan, saat ini ada lebih dari seratusan bangunan cagar budaya di Kota Pekalongan. “Oleh karena itu, kami minta Pemerintah Kota Pekalongan melakukan langkah antisipasi penyelamatan terhadap bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah itu,” katanya, Rabu (20/2/2019).

Menurutnya, ratusan bangunan cagar budaya tersebut terdiri atas bangunan rumah kuno milik warga, 23 bangunan cagar milik Pemkot Pekalongan dan Pemprov Jateng, dua bangunan milik PT Kereta Api Indonesia, dan PT Pertani yang berada di kawasan budaya di Jalan Jetayu.

Adapun sebanyak 23 bangunan cagar budaya milik pemkot, sebagian besar berada di kawasan budaya di Jalan Jetayu, antara lain Museum Batik Nasional, eks-Bakorwil Pekalongan, kantor pos, pengadilan negeri, rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas), serta kantor Perum Perikanan Indonesia Pekalongan.

“Saat ini sebagian besar bangunan cagar budaya milik pemerintah tersebut dimanfaatkan untuk aktivitas perkantoran dan lembaga pendidikan. Adapun bagi bangunan cagar budaya yang dimiliki swasta yang sudah beralih fungsi seperti bekas gedung bioskop Rahayu dan rumah Bupati Pekalongan yang berada di Jalan Nusantara Kota Pekalongan,” katanya.

Bangunan cagar budaya yang dimiliki oleh warga, sebagian sudah beralih fungsi digunakan untuk toko modern dan kegiatan perdagangan lainnya. “Oleh karena itu, kami berharap pemerintah membentuk tim ahli cagar budaya, dan tim ahli bangunan cagar budaya, sebagai upaya melestarikan dan menetapkan cagar budaya. Bangunan cagar budaya tidak boleh sembarangan diubah bentuknya, dengan menghilangkan keasliannya,” jelasnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan, Ninik Murniasih, mengatakan, pemkot sudah mengirimkan registrasi usulan pelestarian bangunan cagar budaya ke pemerintah pusat.

Surat tersebut akan ditindaklanjuti oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Ahli Bangunan Cagar Budaya (BCB) Provinsi Jateng. “Setelah dikirim ke TACB dan BCB kami menunggu rekomendasi atau kajian apakah disahkan atau tidak. Saat ini, kami masih menunggu karena masih diproses,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...