Berbagai Unsur Relawan Bangun Huntara di Rajabasa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

245

LAMPUNG — Berbagai unsur relawan, TNI, Pemerintah Daerah Lampung Selatan (Pemda Lamsel) terus melakukan proses penyiapan hunian sementara (Huntara) bagi pengungsi tsunami.

Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Lamsel menyebutkan, di wilayah kecamatan Rajabasa disiapkan sebanyak 127 unit dengan jumlah calon penghuni sebanyak 391 kelapa keluarga.

Berbagai unsur disebut Hasran Hadi dilibatkan untuk membangun. Dari delapan titik lokasi pembangunan salah satunya di Desa Banding, dua titik dibangun oleh Nahdatul Ulama Peduli Kemanusiaan, dan Muhammadiyah masing masing berjumlah 20 unit.

Dua titik di desa Sukaraja sebanyak 27 unit dikerjakan oleh Nahdatul Ulama Peduli Kemanusiaan. Satu titik di desa Way Muli Induk sebanyak 20 unit Huntara dibangun oleh TNI. Dua titik di desa Way Muli Timur dan desa Kunjir dibangun oleh Pemda Lamsel dengan jumlah belum ditentukan menyesuaikan kebutuhan pengungsi.

“Rencananya yang akan dibangun sebanyak 59 unit, karena sebagian sudah dibangun oleh unsur lain bahkan sebagian sudah selesai,” terang Hasran Hadi saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (6/2/2019)

Berdasarkan data jumlah calon penghuni sebanyak 391 kepala keluarga tersebut akan ditempatkan sesuai dengan asal desa untuk memudahkan aktivitas sehari hari.

“Di Huntara, Tagana Lamsel sudah tidak membangun dapur umum lapangan karena pengungsi sudah mendapatkan alat masak. Kami hanya memberikan layanan dukungan psikososial bagi anak anak pengungsi,” beber Hasran Hadi.

Selain 391 kepala keluarga di wilayah kecamatan Rajabasa yang menunggu, sejumlah pengungsi masih menempati wisma atlet. Sebanyak 43 KK dengan sebanyak 158 jiwa tersebut merupakan pengungsi asal Pulau Sebesi, terutama di dusun Regahan Lada yang berhadapan langsung dengan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Khusus pengungsi di wisma atlet sudah disiapkan huntara di eks Hotel 56 Kalianda yang sedang dalam tahap pembangunan.

Zainal Mustofa, ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Lamsel menyebutkan, melalui NU Peduli Kemanusiaan dengan donasi dari berbagai pihak melalui NUCare dan LazisNU bantuan diwujudkan dalam Huntara.
Huntara
Zainal Mustofa, ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

Sesuai data NU Peduli Kemanusiaan Lamsel sudah membangun sebanyak 20 unit di desa Banding, 27 di desa Sukaraja.

“Sudah dikerjakan bahkan sudah siap ditempati, seperti di desa Banding. Sementara di desa Sukaraja sedang tahap pengerjaan oleh relawan melibatkan masyarakat yang akan menempati,” beber Zainal Mustofa.

Pantauan Cendana News sejumlah warga di desa Banding mulai memindahkan barang barang dari tenda.

Sebaliknya di desa Kunjir sebagian warga masih menempati tenda pengungsian. Meski lahan sudah dibersihkan namun pembangunan masih menunggu material didatangkan. Sebagian huntara di desa Way Muli Induk dan desa Way Muli Timur sedang dalam tahap pengerjaan dengan konstruksi rangka baja.

Baca Juga
Lihat juga...