Bersihkan Pantai Waturia, Libatkan Sejumlah Elemen Masyarakat

Editor: Satmoko Budi Santoso

412

MAUMERE – Pesisir pantai di kabupaten Sikka masih banyak dipenuhi sampah, terutama sampah plastik. Keprihatinan ini membuat semua elemen masyarakat yang peduli selalu mengadakan aksi bersih sampah.

“Kami melaksanakan kegiatan membersihkan sampah di pesisir pantai Waturia dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional,” sebut AKP Larry Holmes, Jumat (22/2/2019).

Dikatakan Larry, aksi bersih sampah ini melibatkan Pelindo, SAR, SDI Wolomarang, Unipa Maumere, Kodim 1603 Sikka, Lanal Maumere serta masyarakat sekitar. Total peserta sekitar 100 orang.

“Sampah yang kami pilih dikumpulkan di pesisir pantai lalu dibakar. Harapan saya ke depan masyarakat pun menjadi peduli dan tidak membuang sampah di laut,” ungkapnya.

Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Unipa Maumere Manyela D. Bastian (kiri) bersama AKP Larry Holmes (tengah) dan I Putu Sulastra, komandan kapal KPP Sukur 3007. Foto: Ebed de Rosary

I Putu Sulastra, komandan kapal KPP Sukur 3007 menyebutkan, sampah plastik di kabupaten Sikka sudah mulai mengkhawatirkan.

Saat musim hujan, sepanjang garis pantai pasti sampah memenuhi pesisir pantai dan kadang mengganggu pelayaran kapal-kapal di teluk Maumere.

“Kita berharap dengan mengadakan bakti sosial melibatkan anak-anak SD dan mahasiswa bisa memberikan edukasi. Selain itu masyarakat pesisir juga dilibatkan karena mereka yang berada persis di pesisir pantai harus selalu membersihkan pantai,” sebutnya.

Manyela D. Bastian, kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Unipa Maumere kepada Cendana News mengatakan, pihaknya selalu terlibat dalam setiap kegiatan aksi bersih-bersih. Dalam kegiatan yang diadakan Polair, pihaknya mengerahkan 50 mahasiswa untuk terlibat membersihkan sampah.

“Kami ikut terlibat karena sampah di kabupaten Sikka masih banyak yang dibuang di saluran air dan kali mati sehingga saat hujan sampah akan terbawa ke laut. Semakin lama semakin banyak sampah menumpuk di pesisir pantai,” jelasnya.

Dikatakan Manyela, keterlibatan para mahasiswa ini agar mereka bisa mengetahui dampak dari membuang sampah sembarangan terhadap laut dan ekosistemnya. Saat ini sampah terutama sampah plastik sangat mengancam ekosistem laut.

“Banyak sampah yang terbawa ke laut dan dimakan ikan serta biota laut lainnya. Tentunya ini akan berdampak kepada manusia karena ikan dikonsumsi oleh manusia,” tuturnya.

Dalam kegiatan bakti sosial ini, peserta mengambil setiap sampah, baik yang berada di atas pasir maupun yang tertanam di dalam pasir. Banyak sekali sampah seperti karung dan pakaian yang tertanam di dalam pasir, digali hingga dibuang.

Sampah-sampah tersebut diletakkan di pinggir pantai dan dibakar. Sayang sekali, sampah tidak dimasukkan ke dalam karung lalu diangkut ke tempat pembuangan sampah. Selain sampah plastik dan kain, sampah dedaunan dan ranting pohon pun dikumpulkan dan dibakar.

Baca Juga
Lihat juga...