hut

BKP Lampung Perketat Pencegahan Pengiriman Daging Celeng

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Balai Karantina Pertanian (BKP) I Bandarlampung memperketat pengawasan lalunitas komoditas pertanian tanpa dokumen. Salah satu komoditas yang diawasi adalah daging celeng atau babi hutan. Pengawasan dilakukan dengan patroli terhadap pengiriman komoditas asal Sumatera tujuan Jawa.

Drh.Herwintarti,M.M, Kepala Seksi Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung – Foto Henk Widi

Drh. Herwintarti, MM, Kepala Seksi Hewan BKP Kelas I Bandarlampung menyebut, daging celeng selama ini diselundupkan dengan berbagai modus. Namun upayanya, selalu digagalkan oleh BKP Lampung dan kepolisian. Daging celeng dikirim tanpa disertai dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), dari Dinas Peternakan daerah asal. Serta tidak dilengkapi surat izin masuk dari daerah penerima.

Daging celeng sering diangkut menggunakan alat angkut yang tidak semestinya. Daging celeng yang dikirim ke Jawa,  dikhawtairkan dioplos dengan daging sapi di pasar umum. Hal tersebut berimbas, konsumen tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi, karena adanya kontaminasi daging celeng.

Daging terkontaminasi menjadi daging yang dalam konsidi ASUH (Aman,Sehat, Utuh dan Halal). Sebagai upaya melindungi konsumen, dalam dua tahun terakhir upaya penolakan, penahanan, pemusnahan dan pemberkasan telah dilakukan oleh karantina. “Sebagai bentuk efek jera, di sepanjang 2018, kepada pelaku yang sudah masuk tahap pemberkasan dan mendapat ketetapan hukum, diberi sanksi pidana selama dua tahun. Namun awal tahun ini, masih tetap ada pelaku yang menyelundupkan daging celeng,” terang Herwintarti, Kamis (14/2/2019).

Kamis (14/2/2019)BKP Kelas I Bandalampung memusnahkan daging celeng dengan cara dibakar. Daging celeng sebanyak 800 kilogram yang dimusnahkan, merupakan hasil ungkap kasus petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni. Daging celeng tersebut diselundupkan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dengan tujuan Bekasi, Jawa Barat.

Perlindungan terhadap konsumen dilakukan sesuai dengan Undang-undang No.16/1992, tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Terkait tindak lanjut pengamanan daging celeng tanpa dokumen, Kepala KSKP Bakauheni, AKP Poeloeng Arsa Sidanu SIK, menyebut, terus membantu pihak karantina.

Pelabuhan Bakauheni, selama ini menjadi jalur strategis perpindahan barang-barang tindak pidana, termasuk barang tanpa dokumen, yang seharusnya dikirim dengan prosedur dilalulintaskan melalui pintu pelabuhan Bakauheni. “Pihak kepolisian terus berkomitmen ikut menjaga pintu masuk dan keluar pulau Sumatera ke Jawa dan sebaliknya dari pengiriman barang yang tidak dilengkapi dokumen,” tandas AKP Poeloeng Arsa Sidanu SIK.

Upaya pemeriksaan kendaraan yang berasal dari Sumatera semakin ditingkatkan. Lancarnya akses distribusi, karena adanya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), menjadikan volume kendaraan semakin meningkat.

Lihat juga...