BMKG: Gelombang Tinggi Berpotensi di Beberapa Wilayah di Indonesia

243
Ilustrasi

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia hingga tiga hari ke depan.

Kasubbag Humas BMKG Taufan Maulana mengatakan kondisi tersebut diakibatkan pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara-timur laut dengan kecepatan antara 4-20 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari barat-utara dengan kecepatan antara 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina selatan, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Aru, Perairan Barat Yos Sudarso, Perairan Merauke, dan Laut Arafuru. Kondisi kecepatan angin mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut, sebut di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Beberapa wilayah di Indonesia yang berpeluang gelombang dengan ketinggian sedang, yaitu 1,25-2,50 meter, di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah.

Selain itu, di Laut Timor selatan NTT, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Perairan Utara Sulawesi, Perairan Bitung-Manado, Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, Perairan Timur dan Barat Halmahera, Laut Banda bagian selatan, Perairan Kepulauan Sermata hHingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Flores, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Perairan Amamapere-Agats.

Wilayah yang harus diwaspadai berpeluang gelombang tinggi 2,50-4 meter, yaitu Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan Utara Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera, Perairan Yos Sudarso, dan Laut Ararufu.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan, memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni untuk perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Selain itu, kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, kapal ukuran besarm seperti kargo atau pesiar dengan kKecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.

Masyarakat terutama yang berada, beraktivitas, dan tinggal di pesisir wilayah yang berpotensi gelombang tinggi akibat pola angin, harus tetap berhati-hati dan waspada dengan kondisi tersebut. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...